Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pertamina (Persero) melakukan sejumlah cara untuk mengantisipasi penyebaran Virus Korona (Covid-19) di SPBU, salah satunya mewajibkan petugas SPBU untuk memakai masker dan sarung tangan karet. (sumber : doc Pertamina)

PT Pertamina (Persero) melakukan sejumlah cara untuk mengantisipasi penyebaran Virus Korona (Covid-19) di SPBU, salah satunya mewajibkan petugas SPBU untuk memakai masker dan sarung tangan karet. (sumber : doc Pertamina)

Harga BBM di Indonesia Termurah di Asia Tenggara

Senin, 20 April 2020 | 14:40 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mencermati perkembangan global serta mempertimbangkan kondisi energi di dalam negeri. Pemerintah belum jmenurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) lagi karena masih yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa pertimbangan lain.

Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Kementerian ESDM untuk tereus memantau mengenai tren melemahnya harga minyak dunia dan proyeksinya ke depan. Penyesuaian harga BBM di dalam negeri hingga saat ini belum dilakukan meski harga minyak dunia telah anjlok.

"Terkait harga BBM, saat ini, pemerintah masih mencermati dan mengevaluasi terkait perkembangan harga minyak, termasuk rencana pemotongan produksi minyak OPEC+ mulai bulan depan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Senin (20/4).

Perundingan OPEC+ pada awal April ini telah menghasilkan kesepakatan memotong produksi minyak dunia sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni 2020. Negara-negara pengekspor minyak juga membuka kemungkinan pemotongan produksi tersebut diperpanjang.

Agung menuturkan, hasil perundingan belum memberi efek perubahan harga minyak karena permintaan turun seiring dengan pandemi Covid-19. Pandemi ini membuat banyak negara menerapkan kebijakan lockdown serta berdampak pada pelemahan perekonomian global.

Dia mengungkapkan, pertimbangan lain yang dicermati terkait melemahnya kurs rupiah dan menurunnya konsumsi BBM di beberapa kota, seperti Jakarta dengan penurunan hingga 50%.

"Pemerintah memonitor perkembangan ini yang mana sebelumnya telah dua kali dilakukan penurunan harga BBM Pertamax Series pada awal 2020. Saat ini, harga BBM di Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lain," ungkap Agung.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN