Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Harga Gas Turun, Industri Harus Tingkatkan Investasi

Rabu, 18 Maret 2020 | 11:31 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

 

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo menegaskan industri nasional yang memperoleh penurunan harga gas menjadi US$ 6 per juta british thermal unit (MMBTU) harus mampu meningkatkan kapasitas produksi dan investasinya. Sehingga, penurunan harga gas memberikan dampak signifikan pada perekonomian nasional.

 

Presiden Jokowi mengingatkan agar industri yang nantinya memperoleh insentif berupa penurunan harga gas, harus diverifikasi dan dievaluasi. Sehingga, pemberian insentif harga gas ini akan memberikan dampak yang signifikan dan nilai tambah bagi ekonomi nasional. Untuk itu, kinerja industri nasional harus lebih baik.

 

“Industri yang diberikan insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan investasi barunya. Industri yang diberi insentif juga harus mampu meningkatkan efisiensi proses produksinya, sehingga produknya lebih kompetitif. Industri yang diberi insentif harus bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” tegasnya saat membuka Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) di Jakarta yang ditayangkan secara langsung melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, pagi ini.

 

Kepala Negara meminta agar dilakukan evaluasi dan pengawasan secara berkala terhadap industri yang memperoleh insentif penurunan harga gas. Menurutnya, industri yang kinerjanya tidak membaik sesuai harapan pemerintah, bisa diberikan disinsentif.

 

“Harus ada disinsentif. Harus ada punishment sehingga industri memiliki performance sesuai yang kita inginkan,” ungkap Jokowi.

 

Dalam Ratas tersebut, Kepala Negara memintah hitungan penurunan harga gas industri dari tiga opsi yang telah diumumkan pada 6 Januari lalu. Ketiga opsi ini adalah mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah dalam penjualan gas, pemberlakukan jatah pasokan gas domestik (domestic market obligation/DMO), dan membebaskan impor gas untuk industri.

 

“Saya minta Ratas hari ini saya bisa diberikan hitung-hitungannya, kalkulasinya seperti apa,” ujarnya.

 

Penurunan harga gas industri merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) 40/2016 yang mengatur harga gas tidak boleh lebih dari US$ 6 per mmbtu. Enam industri yang mendapat harga gas khusus ini adalah pembangkit listrik, industri kimia, industri makanan,industri keramik, industri baja, industri pupuk, dan industri gelas.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN