Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arya M Sinulingga, juru bicara Kementerian BUMN dalam diskusi Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

Arya M Sinulingga, juru bicara Kementerian BUMN dalam diskusi Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

IBI akan Kelola Industri EV Battery dari Hulu hingga Hilir

Kamis, 4 Maret 2021 | 16:46 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Untuk mendukung industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan holding EV battery bernama Industri Baterai Indonesia (IBI) yang akan melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga Indonesia diharapkan memiliki industri baterai yang terintegrasi.

Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga memaparkan, holding BUMN yang akan membangun perusahaan EV battery ini  melibatkan empat BUMN yaitu PT Aneka Tambang (Antam), PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Untuk Antam akan bermain di nikel, kemudian nanti Pertamina dan Inalum akan bermain di battery chemical-nya sama cell komponenya sampai kepada baterai cell-nya, kemudian untuk supply-nya, infrastruktur dan sebagainya, di sini PLN yang bermain juga sama Pertamina. Jadi dari hulu sampai hilir kita akan pegang itu,” kata Arya Sinulingga dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Prospek Pembentukan Holding Baterai” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021).

Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV
Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

Meskipun holding ini nantinya akan menggarap EV battery dari hulu hingga hilir, Arya mengatakan holding ini nantinya tetap akan melakukan kerja sama dengan partner yang sudah berpengalaman membuat EV battery.

“Dalam prosesnya, mungkin tidak lama lagi holding EV battery ini akan jalan, tidak lama lah, sebulan dua bulan selesai, mudah-mudahan kalau sesuai target, dan ini akan menjadi sebuah perusahaan yang menghasilkan EV battery dan akan menguasai dari hulu ke hilir,” kata Arya.

Terkait keterlibatan Pertamina dalam holding EV battery ini, SVP Strategy & Investment Pertamina (Persero), Daniel S. Purba mengungkapkan, Pertamina sebetulnya sudah aktif mengikuti perkembangan teknologi baterai, pemanfaatannya dan juga para pemainnya sekitar empat sampai lima tahun terakhir. Ini juga merupakan bagian dari langkah Pertamina dalam merespon transisi energi.

“Pertamina sebagai energy company harus bisa mengikuti, mencermati, dan merespon ke arah mana kira-kira industri energi ini akan berkembang. Di Eropa memang sudah lama berkembang ekosistemnya dan kita baru mulai, dan ini bukan hal yang sederhana,” kata Daniel. 

Daniel S. Purba, SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) dalam diskusi Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV
Daniel S. Purba, SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) dalam diskusi Zooming with Primus - Prospek Pembentukan Holding Baterai, live di Beritasatu TV, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

Dalam proses value chain di dalam ekosistem EV battery, Daniel mengungkapkan ada tujuh tahapan yang akan dikerjakan, mulai dari pertambangan nikel, pengolahan nikel atau refining, pembangunan precursor plant, cathode plant, battery cell, battery pack, sampai ke recycling.

“Untuk Pertamina, nantinya akan lebih fokus di pembangunan precursor plant, cathode plant, dan juga battery cell dan battery pack. Kita melihat mungkin ke depan recycle-nya seperti apa, nah ini hal lain lagi. Tapi sekarang ini kita lihat kompetensi kita akan masuk aktif di empat bagian value chain dari tujuh yang ada,” kata Daniel.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN