Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foopak menggelar webinar

Foopak menggelar webinar "Is your Business Ready for The New Wave of Sustainable Packaging Trend?", Sabtu (27/11/2021). (ist)

Industri Mamin Didorong Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan

Minggu, 28 November 2021 | 14:30 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Industri makanan dan minuman (mamin) didorong menggunakan kemasan ramah lingkungan. APP merespons hal ini dengan menyodorkann Foopak Bionatura.

Berdasarkan data University of California, Santa Barbara, yang menjadi referensi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), produksi plastik dari sektor kemasan secara global mencapai 161 juta ton. Adapun merujuk data Indonesia Packaging Federation 2020, penggunaan material kemasan di Tanah Air mayoritas didominasi plastik, sebesar 44%, isanya sebesar 28% menggunakan paper board dan 14% menggunakan kemasan plastik rigid/kaku.

Banyaknya sampah plastik di Indonesia juga tercermin dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Produksi sampah plastik mencapai hingga 5,4 juta ton per tahun. Lagi-lagi, mamin menempati urutan atas untuk penggunaan kantong plastik. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong pelaku industri mamin untuk mulai menggunakan kemasan yang ramah lingkungan. Gati Wibawaningsih, analis kebijakan ahli utama Ditjen IKMA Kemenperin mengatakan, pemerintah mengimbau untuk meminimalisir penggunaan plastik.

“Sampah kemasan plastik banyak sekali dan sulit hancur. Kami sangat aware dengan kemasan mamin,” katanya saat acara webinar Foopak dengan tema Is your business Ready for The New Wave of Sustainable Packaging Trend?, Sabtu (27/11/2021).

Fokus Kemenperin tersebut, kata dia, juga memerhatikan, 38% industri kecil menengah (IKM) bergerak di sektor pengolahan makanan. Jika dilihat dari evolusi kemasan, kata dia, kemasan awalnya menggunakan bahan baku dari sumber daya alam. Kemudian, berkembang ke plastik yang lebih fleksibel, namun ternyata menimbulkan masalah untuk lingkungan.

Bahkan, Gati menilai penerapan sampah plastik yang didaur ulang akan sulit untuk dijadikan kemasan produk makanan, karena harus menerapkan aspek higienitas dan food grade. “Oleh karena itu untuk produk makanan kami mendorong kemasan yang ramah lingkungan,” kata dia.

Dia memaparkan, terdapat gerakan green living yang mendorong kemasan suatu produk dapat digunakan kembali, dengan cara di-recycle dan reuse.

Sebagai produsen kertas untuk makanan dan minuman, Foopak mendukung penggunaan kemasan yang ramah lingkungan. Benny Chiadarma, product manager Foopak Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mengatakan, pihaknya menempuh perjalanan panjang untuk menghasilkan kertas kemasan yang teruji ramah lingkungan, yaitu Foopak Bio Natura.
Dia mengemukakan Foopak membutuhkan dua tahun untuk riset bahan yang digunakan, tiga tahun untuk menyempurnakan teknik produksi. “Kami bangga menjadi produsen pertama di Indonesia dan dunia yang mengembangkan teknik coating untuk kertas bahan baku kemasan mamin,” kata dia.
 

Dia menjelaskan, Foopak Bio Natura juga menggunakan teknologi nano untuk menghasilkan kertas yang tahan air dan minyak.

Kini, selain Anomali Coffee, kertas Foopak Bio Natura telah dipakai perusahaan mamin lainnya tak hanya di Indonesia, melainkan pula perusahaan makanan dan minuman negara lain, seperti gelas es krim untuk perusahaan di Amerika Serikat.

“Sudah banyak pemilik merek mamin besar di dunia yang gunakan kemasan ramah lingkungan, karena kita tahu bahayanya kemasan yang tidak ramah lingkungan, seperti plastik,” kata dia.

Salah satu perusahaan mamin yang menerapkan kemasan ramah lingkungan adalah Anomali Coffee. Irvan Helmi, co-founder Anomali Coffee mengatakan, pihaknya berupaya secara bertahap untuk mengurangi pemakaian plastik sebagai kemasan.

“Kami punya misi untuk berbuat baik terhadap lingkungan, tidak hanya di sisi hulu komoditas kopi, melainkan hilir. Sebab, sampah plastik ini bertebaran di sisi hilir dan harus kita kurangi,” kata dia.

Awalnya, Irvan mengemukakan, Anomali Coffee menggunakan kemasan paper cup biasa. Namun, seiring pemahaman Irvan dan tim, kemasan tersebut malah lebih sulit didaur ulang lantaran masih dilaminasi plastik tipis.

“Untungnya sekarang sudah ada inovasi, seperti kertas kemasan minuman Foopak Bio Natura yang sudah teruji ramah lingkungan,” kata dia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN