Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir . Foto: IST

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir . Foto: IST

Inflasi Februari 2021 Terjadi Sesuai Pola Musiman

Selasa, 2 Maret 2021 | 01:01 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar  Simorangkir mengatakan bila dilihat dari pola musiman  inflasi pada bulan Februari  cenderung lebih rendah dibandingkan Januari. Menurutnya permintaan domestik masih meningkat sebab  komponen  inflasi inti sebesar 0,11%.

“Permintaan domestik masih meningkat sehingga kita masih on the track pertumbuhan tetapi tentunya masih lebih rendah dibandingkan kuartal 2, 3, dan 4,” ucap Iskandar saat dihubungi pada Senin (1/3).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari  2021 sebesar 0,10%. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2021 sebesar 0,36% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,38%. Komponen inti pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,11%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Februari) 2021 sebesar 0,25% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,53%.

Pemerintah menjalankan sejumlah  kebikakan untuk meningkatkan daya beli kelompok bawah yaitu bantuan sosial dan percepatan bantuan sosial. Pada saat yang sama pemerintah mempercepat  vaksinasi untuk pedagang dan sudah sejak akhir Februari 2021. Hal ini  dimaksudkan untuk mempercepat aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Melalui percepatan vaksinasi diharapkan akan mendorong ekonomi lebih tinggi pada kuartal I 2021.

“Percepatan vaksinasi akan terus dilakukan utk meningkatkan confidence masyarakat agar dapat lebih tinggi spendingnya dan aktivitas dunia usaha kembali meningkat mulai maret ini dan lebih cepat lagi pada kuartal sesudahnya,” ucap Iskandar.

Iskandar mengatakan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat menengah atas, pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor kendaraan bermotor  sampai dengan 1.500 cc dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah sampai dengan  Rp 2 miliar sebesar 100% dan 50% untuk rumah dengan  nilai Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. Sebab rumah mempunyai multiplier effect yang besar yaitu dapat menciptakan backward dan forward linkage hampir 350 sub sektor lainnya, seperti membuat pintu, jendela oleh tukang/ukm, cat, semen, pasir, perabot, besi, baja.

“Melalu kebijakan ini juga menyerap tenaga kerja di perumahan dan sektor lain terkait perumahan, seperti tukang bangunan, kusen  las, dan perabot. Sehingga akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk kelompok bawah sekaligus menggerakkan usaha kecil dan besar,” ucap Iskandar.

Pembebasan PPNBM kendaraan bermotor yang dipilih sampai dengan 1.500 cc karena  kendaraan tersebut memiliki local content di atas 70%.  Dalam produksinya, kendaraan bermotor tersebut juga banyak melibatkan Usaha Kecil Menengah sehingga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan UKM hingga korporasi.

“Dua kebijakan ini diberlakukan mulai 1 Maret 2021 agar bisa mendongkrak ekonomi  kuartal 1,” kata Iskandar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN