Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Ini Capaian 5 Tahun Pemerintahan Jokowi di Sektor Perhubungan

Thresa Sandra Desfika, Minggu, 20 Oktober 2019 | 02:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan capaian 5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang perhubungan. Menurut dia, program Indonesia sentris yang dicanangkan Presiden Jokowi telah membuka akses keterisolasian serta dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah.

Menhub menyatakan, dalam kurun waktu 5 tahun ini, dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi dengan pendekatan Indonesia sentris untuk membuka keterisolasian, yaitu dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (terluar, terdepan, tertinggal, dan perbatasan).

"Hal itu di antaranya melalui penyediaan prasarana yaitu 18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia timur; 891 trayek angkutan perintis, dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan, dan terisolir," ujar Budi Karya di Jakarta, Sabtu (19/10).

Selanjutnya, Budi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaksanakan program jembatan udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah-daerah pedalaman, terpencil, dan pulau terluar untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi dan pembangunan antar wilayah di Indonesia bagian timur.

“Kemenhub juga membuat jembatan udara atau konektivitas logistik ke daerah-daerah pegunungan, ada 39 rute yang dilalui, mereka adalah di daerah pedalaman, terpencil, terluar, dan bisa dibayangkan mereka hanya mendapatkan supply logistiknya dari angkutan-angkutan logistik tersebut,” ucap Menhub.

Budi menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan juga agar membuka ruang ekonomi baru di daerah-daerah. Seperti misalnya, melalui dukungan atas pengembangan kawasan wisata dengan penyediaan akses transportasi dari dan menuju kawasan wisata, baik sarana maupun prasarana pendukung.

“Karena pariwisata berkaitan erat dengan sektor ekonomi kreatif, dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Bapak Presiden ingin bahwa segala kegiatan perhubungan pada dasarnya harus memberikan suatu ruang ekonomi baru atau potensi baru,” ungkapnya.

“Secara lebih detail kami sampaikan ada lima bali baru super prioritas yaitu di Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado. Sehingga untuk kelima daerah tersebut kami telah fokus melakukan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi seperti bandara, pelabuhan, kereta api, jalan dan sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan, dalam lima tahun pemerintahan Kabinet Kerja telah banyak capaian yang dilakukan oleh Kemenhub, baik itu di sektor transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api. Untuk sektor perhubungan darat capaiannya, yaitu pembangunan bus rapid transit (BRT), rehabilitas terminal, pembangunan pelabuhan penyebrangan, dan pembangunan kapal.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan, Kemenhub telah melakukan pengembangan transportasi perkotaan. Pengembangan angkutan massal di wilayah perkotaan mampu memindahkan sebagian pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah ke angkutan umum. Di Jabodetabek, proporsi perjalanan dengan angkutan umum terus meningkat seiring perbaikan layanan angkutan umum yang ada. Saat ini sudah ada masa rapid transit (MRT) dan kereta rel listrik (KRL) yang mampu menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal.

“Angkutan massal kita itu cukup intensif. Kita akan tingkatkan okupansinya menjadi 60-80% seperti Tokyo dan Singapura. Oleh karenanya ke depan kita sudah merancang MRT dengan panjang yang lebih signifikan bahkan kita rencanakan sampai 200 km. Begitu juga LRT kerja sama dengan pemda DKI dan di 5-6 kota lain kita akan bangun LRT atau sejenisnya,” tambah Menhub.

Capaian sektor perhubungan laut yaitu pembangunan pelabuhan non komersial sebanyak 118 lokasi dan pengembangan pelabuhan di antaranya pengembangan Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan proyek tol laut. Untuk meningkatkan bidang logistik, Kemenhub juga akan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub internasional.

Pada sektor perhubungan udara capaiannya antara lain pembangunan bandara baru di 15 lokasi untuk peningkatan konektifitas antar wilayah dan peningkatan pariwisata 5 Bali Baru Indonesia.

Sedangkan, kata Budi, capaian pada sektor perkeretaapian yaitu pembangunan proyek double-double track (DDT), reaktiviasi jalur kereta api (KA), pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA