Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smelter. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Smelter. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Izin Ekspor Bijih Nikel Sampai 31 Desember 2019

Senin, 2 September 2019 | 14:34 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi kesempatan ekspor bijih nikel sampai 31 Desember 2019. Artinya terhitung sejak pukul 00.00 WIB pada 1 Januari 2020 tak ada lagi ekspor bijih nikel. Namun payung hukum kebijakan ini masih dalam proses di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan Peraturan Menteri tersebut segera dipublikasikan setelah proses di Kementerian Hukum dan HAM rampung.

"Intinya kita tetap memberikan kesempatan untuk melakukan itu (ekspor bijih nikel) sampai 31 Desember 2019. Terhitung 1 janurai 2020 berhenti izin ekspornya," kata Bambang dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/9).

Izin ekspor bijih nikel sebenarnya sudah pernah dilarang pada 2014 silam. Namun kemudian dibuka kembali pada awal 2017 kemarin. Bambang menuturkan relaksasi ekspor pada 2017 kemarin hanya diberikan bagi perusahaan yang membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter). Dia menyebut izin ekspor tersebut sebagai bentuk insentif bagi yang membangun smelter.

"Pada saat ini kita sudah tanda tangan Permen yang intinya penghentian insentif ekspor nikel bagi pembangunan smelter per 1 Januari 2020," tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN