Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja di  proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Jakarta.Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Pekerja di proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Jakarta.Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Jokowi Minta Seluruh Tender Paket Infrastruktur PUPR Selesai Kuartal I-2021

Jumat, 15 Januari 2021 | 12:22 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyelesaikan tender dan penandatangan kontrak seluruh paket pekerjaan infrastruktur pada kuartal pertama 2021.

“Saya mencatat sisa paket kegiatan infrastruktur yang belum ditenderkan masih cukup banyak. Untuk itu, saya minta kepada Menteri PUPR agar dilakukan percepatan,” kata Jokowi saat memberikan arahan di acara penandatangan kontrak Paket Tender /Seleksi Dini Kementerian PUPR TA 2021, Jumat (15/1).

Presiden Joko Widodo. Foto: IST
Presiden Joko Widodo. Foto: IST

Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran Kementerian PUPR untuk bekerja lebih cepat karena tahun 2021 Indonesia masih dalam kondisi krisis. Semangat dan aura kerjanya juga harus berbeda dengan cara beralih menuju channel extraordinary. Menurutnya, dengan bekerja lebih cepat maka akan memberikan daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi.  

Diungkapkan Jokowi bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 mengalami kontraksi cukup dalam hingga sempat menurun di minus 5,32% pada kuartal II tahun 2020. Kemudian membaik menjadi minus 3,49 % pada kuartal III tahun 2020.

“Meskipun minus, namun membaik. Kita berharap pada kuartal IV tahun 2020 dan kuartal I tahun 2021, pertumbuhan ekonomi negara mengalami rebound atau pemulihan kembali. Sekali lagi kuncinya kecepatan kita dalam bekerja,” tegas Jokowi.

Di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Sehingga kecepatan mengeksekusi pekerjaan terutama proyek-proyek Padat Karya sangat dinantikan dan membantu meringankan beban masyarakat terutama untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak.

“Walaupun kita bekerja cepat dengan smart shortcut tidak berarti kita mengabaikan tata Kelola atau governance. Ini tidak boleh. Prosesnya harus benar dan transparan. Juga penting outcome-nya betul-betul dijaga agar memiliki dampak signifikan pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” tutur Jokowi.

Menindaklanjuti perintah presiden tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa sisa paket pekerjaan atau kegiatan infrastruktur Kementerian PUPR akan diupayakan untuk diselesaikan paling lambat Maret 2021.

Basuki melaporkan, sejak Oktober 2020 Kementerian PUPR telah melaksanakan tender seleksi dini sebanyak 3.175 paket dengan total nilai mencapai Rp 38,6 triliun. Hingga 15 Januari 2021, proses tender yang telah diselesaikan sebanyak 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun yang terdiri dari 209 paket senilai Rp 2,1 triliun telah selesai tender dan ditandatangani kontrak pada Desember 2020 dan 982 paket senilai Rp 12,5 triliun akan ditandatangani kontrak serentak pada hari ini Jumat, (15/1).

Kegiatan penandatangan kontrak tersebut dilaksanakan serentak oleh para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia jasa di kantor-kantor Balai PUPR di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Basuki menargetkan pada akhir Februari 2021 sebanyak 1.984 paket dengan nilai Rp 24 triliun akan ditandatangani kontrak. Lalu, Maret 2021 Kementerian PUPR bakal menyelesaikan penandatangan kontrak untuk 1.553 paket senilai Rp 40 triliun.

“Dengan pembayaran uang muka terhadap kontrak-kontrak paket yang ditandatangani hari ini dan pembayaran uang muka terhadap kontrak-kontrak paket yang baru ditandatangani hari ini termasuk pembayaran termin multiyears kontrak lanjutan dari tahun 2021, kami perkirakan penyerapan anggaran PUPR hingga akhir Januari 2021 mencapai Rp 14,8 triliun atau 9,9 % dari total pagu Dipa PUPR sebesar Rp 149,7 triliun.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN