Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo  Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo Sumber: BSTV

Jokowi Siapkan Tiga Skenario Turunkan Harga Gas Industri

Senin, 6 Januari 2020 | 18:48 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersiapkan tiga skenario untuk menurunkan harga gas industri.

Skenario pertama yang dipersiapkan adalah mengurangi atau menghilangkan jatah pemerintah sebesar US$ 2,2 per MMBtu. Kedua adalah menerapkan Domestic Market Obligation (DMO) kepada industri, dan yang ketiga menerapkan bebas bea impor untuk industri.

“Saya sudah, berapa kali berbicara mengenai ini. Tetapi sampai detik ini kita belum bisa menyelesaikan mengenai harga gas kita yang mahal,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1).

Ia mengatakan, gas bukan semata-mata sebagai komoditas, tapi berperan sebagai modal pembangunan untuk memperkuat industri nasional.

Disebutkan bahwa ada tujuh sektor industri yang menggunakan 80% volume gas Indonesia, yaitu pembangkit listrik, industri kimia, industri makanan, industri keramik, industri baja, industri pupuk, dan industri gelas.

“Artinya, ketika porsi gas sangat besar pada struktur biaya produksi, maka harga gas akan sangat berpengaruh pada daya saing produk industri kita di pasar dunia,” kata Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi memerintahkan kepada Menteri ESDM agar dilihat betul penyebab tingginya harga gas, mulai harga di hulu, di tingkat lapangan gas, di tengah, terkait dengan biaya penyaluran gas, biaya transmisi gas, di tengah infrastruktur yang belum terintegrasi dan sampai di hilir, di tingkat distributor. Harga gas, lanjutnya, agar betul-betul dihitung, dikalkulasi agar lebih kompetitif.

Presiden Jokowi juga meminta laporan mengenai pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

“Apakah ada kendala-kendala di lapangan, terutama di tujuh bidang industri yang telah ditetapkan sebagai pengguna penurunan harga gas yang diinginkan pemerintah,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN