Menu
Sign in
@ Contact
Search
Turis memadati destinasi wisata di Labuan Bajo

Turis memadati destinasi wisata di Labuan Bajo

Kabar Gembira, Pariwisata Labuan Bajo Kembali Normal

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:45 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

LABUAN BAJO, investor.id  — Aktvitas pariwisata di Labuan Bajo kembali normal. Para wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) sudah berdatangan. Dari terminal bandara, umumnya para pelancong langsung ke kapal laut untuk menikmati keindahan Taman Nasional Komodo.

Pada Sabtu (13/08/2022) pagi, saat Beritasatu.com  memasuki terminal Bandara Komodo, terlihat wisman dari sejumlah negara, di antaranya Eropa dan Tiongkok.   Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA452 dari Jakarta yang kami tumpangi penuh penumpang. Kondisi penerbangan sudah seperti masa prapandemi.

“Kondisi pariwisata di Labuan Bajo sudah normal,” kata Kepala Dinas Kominfo Paulus Setahu. Demo hanya beberapa hari berkat pendekatan yang baik dari pemerintah.  Sepekan kemudiaan, pemerintah mengumumkan penundaan. Kemudiaan sejak 8 hingga 15  Agustus 2022 ada Festival Budaya Golokoe yang diikuti wakil dari setiap paroki di Keuskupan Agung Ruteng.

Pariwisata Labuan Bajo kembali ramai setelah Pemerintah Provinsi NTT mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif baru ke Taman Nasional Komodo (TNK), Selasa (08/08:2022). Penundaan berlaku hingga akhir Desember 2022. Mulai  1 Januari 2023, wisatawan untuk tujuan Pulau Komodo dan Rinca  membayar tarif baru Rp 3,750 juta.

 Kepala Dinas Kominfo Paulus Setahu
Kepala Dinas Kominfo Paulus Setahu

Sebelumnya, 1-3 Agustus 2022, para pelaku pariwisata Labuan Bajo melakukan aksi demo menolak kenaikan tarif untuk tujuan Pulau Komodo dan Padar. Selain tidak ada sosialisasi yang memadai, masyarakat mempertanyakan pemberlakuan tarif baru yang naik tajam dari Rp 50.000. 

Kedua, tarif baru diberlakukan untuk menjaga konservasi habitat komodo. Pengunjung yang terlalu banyak mengganggu hingga merusak ekosistem.  Dampak lanjutnya adalah punyanya binatang langkah itu.

Tapi, masyarakat  mempertanyakan, mengapa Padar yang tanpa Komodo juga diberlakukan tarif baru. Padar diombau untuk tidak dimasukkan sebagai kawasan konservasi.

Ketiga, tidak ada kejelasan Wilayah TNK lain di luar Komodo, Padar, dan Rinca.  Pemerintah hanya mengatur tiga pulau ini. Masyarakat yang tidak bisa membayar Rp 3,750 juta bisa melihat komodo di Rinca dengan tarif lama, Rp 50.000 per orang.

Pemerintah perlu mengatur lebih jelas kawasan konservasi dan bukan konservasi. Disarankan agar di luar Pulau Komodo tidak ada wilayah konservasi. “Biarlah pelancong bebas bertamasa di Taman Nasional Komodo, snockling  dan diving dengan tarif lama,” kata seorang pelaku pariwisata di Labuan Bajo. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com