Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar terkait pemberdayaan petani sawit melalui program SMILE.

Webinar terkait pemberdayaan petani sawit melalui program SMILE.

Kao, Apical, dan Asian Agri Berdayakan Petani Sawit Lewat Program SMILE

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:29 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kao, Apical Grup, dan Asian Agri meluncurkan inisiatif baru di bidang keberlanjutan, SMILE atau SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerement untuk membantu petani swadaya dalam meningkatkan produktivitas, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

Peluncuran SMILE ini dirangkai dengan webinar berjudul ‘SMILE to Empower Smallholders’ yang tayang di saluran televisi CNN, Rabu (28/10/2020).

Webinar yang diikuti sekitar 500 peserta ini bertujuan memberikan pengetahuan terkait petani kecil dan masalah yang dihadapi saat ini.

Presiden Apical Grup, Dato’ Yeo How menjelaskan, inisiatif yang akan berlangsung selama 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai pasok yang ramah lingkungan melalui kerja sama dengan petani swadaya yang telah berkontribusi lebih dari 28% minyak sawit dari keseluruhan pasar minyak sawit Indonesia.

“SMILE akan melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja RSPO dan memastikan ketertelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasokyang ramah secara lingkungan dan sosial,” papar Dato Yeo

“SMILE berupaya untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan memperluas lingkup keberhasilan Asian Agri yang telah membangun kemitraan jangka panjang bersama para petani. SMILE menyadari tantangan yang dihadapi petani swadaya sebagai pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitas kebun mereka akibat pengetahuan dan kemampuan teknis yang terbatas,” ujar Kelvin Tio, Managing Director Asian Agri.

Mewakili Kao dengan berkomunikasi melalui penerjemah, Negoro Masakazu mengatakan, “Peningkatan dan penyediaan peralatan ini akan dilakukan dari 2020 hingga 2030 dengan tujuan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO di tahun 2030.

Setelah disertifikasi, petani akan memenuhi syarat dalam menerima premium minyak sawit bersertifikat dengan rata-rata 5% lebih tingi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat. Sebagai bagian dari persyaratan RSPO dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarkat mewujudkan UN Sustainable Development Goals (SDGs), SMILE mengikutsertakan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas dan peningkatan mata pencaharian melalui pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh SMILE akan menawarkan kesempatan bagi petani untuk meraih sejumlah manfaat, yakni; Meningkatkan produktivitas dengan mengaplikasikan praktik budidaya pertanian yang baik dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan perlindungan sosial serta lingkungan yang lebih baik. Kemudian mengurangi penggunaan herbisida dengan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan yang melalui proses uji coba berdasarkan pada rekamjejak dan kematangan tanaman.

Meningkatkan pendapatan dari perolehan harga premium TBS yang bersertifikat, peningkatan produktivitas dan penghematan biaya dari pengurangan penggunaan bahan kimia.

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan taraf hidup petani swadaya melalui peningkatan produktivitas tanpa deforestasi, tanpa lahan gambut, dan tanpa eksploitasi.

Disebutkan bahwa, melalui pelaksanaan SMILE, ketiga perusahaan akan secara rutin melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti LSM, lembaga nirlaba, dan tokoh masyarakat untuk memastikan pelatihan yang kompeten, alokasi peralatan yang memadai, dan penyaluran kebutuhan yang tepat waktu di tingkat kebun dan masyarakat, serta optimalisasi kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan dapat dilacak.

Chief Operating Officer RSPO, Bakhtiar Talhah menyampaikan terima kasih kepada anggotanya dan mitra pelaksana seperti Kao, Apical dan Asian Agri karena telah membantu petani mencapai sertifikasi RSPO melalui peningkatan kapasitas, praktik perkebunan terbaik, atau pembelian kredit RSPO.

“Melalui semangat dan tanggung jawab bersama, kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk memperjuangkan standar petani swadaya RSPO yang baru untuk meningkatkan keterlibatan petani dalam agenda keberlanjutan untuk meningkatkan mata pencaharian mereka dan memberikan akses yang lebih luas ke pasar internasional,” urainya.

Webinar yang berlangsung selama 2 jam dengan dialog tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari asosiasi petani yakni H. Sutoyo, Ketua Asosiasi Anugrah) dan Nurbaya Zulhakim dari Yayasan Setara Jambi.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN