Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin, 20 September 2021.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin, 20 September 2021.

Kasus Covid-19 di Indonesia Makin Terkendali, Ini Indikatornya

Senin, 20 September 2021 | 23:17 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa tingkat transmission rate atau laju penularan Covid-19 di Indonesia lebih baik dari standar global dan negara tetangga.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Our World Data per 14 September 2021, national transmission rate Indonesia berada di tingkat 0,59 dari tingkat global sebesar 0,94.

“Ini lebih baik dari standar yang harus dibawah angka atau tingkat global sebesar 0,94, atau negara lain seperti Singapura dengan nilai 1,81, kemudian China 1,53, Australia 1,14, Amerika Serikat 1,03, Malaysia 0,95, dan Thailand 0,95,” tuturnya dalam konferensi pers PPKM  Senin (20/9).

Ia menyebut penilaian yang di bawah angka standar itu menandakan bahwa tingkat angka infeksi komunitas di Indonesia termasuk rendah yang berarti pandemi Covid-19 tersebut terkendali.

Secara rinci, untuk spasial perolehan tingkat transmission di pulau-pulau di Indonesia, di Sumatera Transmission Rate-nya 0,99, Kalimantan-Bali-Papua 1,0-1,2, Sulawesi-Nusa Tenggara-Maluku 1,01-1,03.

Bahkan ia menyebut terjadi tren perbaikan yang cukup bagus ditinjau dari tingkat perkembangan kasus di luar jawa-bali. Dari total kasus aktif secara nasional,Luar Jawa-Bali menyumpang sekitar 61,95% recovery rate kasus nasional.

Rinciannya, tingkat recovery rate di Sumatera menunjukkan angka 93,52%, dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 3,49%, dan penurunan kasus aktif sejak 9-19 September 2021 sebesar 80,52%.

Sementara Nusa Tenggara, tingkat recovery rate sebesar 95,78%, CFR 2,3%, dan penurunan kasus 86, 75%. Kemudian Kalimantan dengan recovery rate 94,27%, CFR 3,15%, dan penurunan kasus 81,48%.

Lalu Sulawesi dengan recovery rate sebesar 94,61%, CFR 2,61%, dan penurunan kasus hingga 17  september adalah 81,13%. Sementara Maluku-Papua dengan recovery rate 95,59%, CFR 1,6% dan penurunan kasus 87,17%.

“Jadi kalau kita lihat bahwa kesembuhan nasional adalah 95% dan luar Jawa Bali ini 94,17% dan terkait dengan rata-rata kematian nasional luar Jawa Bali adalah 3,07% dibandingkan Nasional 3,35%,”tegasnya.

Menko Marves Luhut B Pandjaitan umumkan PPKM, Senin (20/9/2021). Sumber: BSTV
Menko Marves Luhut B Pandjaitan umumkan PPKM, Senin (20/9/2021). Sumber: BSTV

Pada kesempatan yang sama,  Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan  mengungkapkan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah masuk kategori terkendali. Hal ini tercermin dari hasil estimasi tim epidemologi UI yang menyatakan angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi Covid-19 berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98.

"Angka ini berarti setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang. Angka ini juga dapat diartikan pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali," jelas dia.

Bahkan untuk kasus harian dilaporkan juga menunjukkan tren yang terus membaik. Kasus konfirmasi secara nasional hari ini berada di bawah 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu.

“Bahkan di Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98,0% dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Dengan berbagai perbaikan tersebut, saya bisa sampaikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten kota yang berada di level 4 di Jawa Bali," tuturnya.

Atas capaian ini, ia mengaku bersyukur, namun Presiden Joko Widodo mengingatkan jika masyarakat tetap waspada dan hati-hati. Itu karena risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Luhut menegaskan jika salah satu risiko masuknya Covid-19 berasal dari luar negeri, terutama melihat masih tingginya kasus Covid-19 di negara-negara tetangga.

"Kita tidak mau varian MU dan Lamda masuk ke Indonesia, kami akan batasi dan ketatkan warga negara yang datang dari luar negeri,”ujarnya.

Adapun pembatasan juga dilakukan untuk pintu masuk Udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado, untuk Laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang dan untuk Jalur Darat hanya dapat dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN