Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

Kawasan Ekonomi Khusus Berpotensi Besar Tarik Investor

Kamis, 24 September 2020 | 23:42 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berpotensi dapat menjadi daya tarik bagi  investor. Sehingga memiliki dampak pada pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan adanya 15 KEK yang beroperasi dan terbuka untuk investasi pada industri manufaktur, pariwisata dan sektor lainnya.

“Semua itu membuka peluang untuk investasi di berbagai bidang industri seperti kelapa sawit, karet, petrokimia, agro, perikanan, manufaktur, logistik, pariwisata dan lainnya,” katanya dalam 

Special Economic Zones (SEZs): Indonesia New World Economic Paradigm, Kamis, (24/9)

Adapun 15 KEK tersebut terdiri dari Arun Lhokseumawe, Sei Mangkei, Galang Batang, Tanjung Kalayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Sorong, Morotai, Bitung, Palu dan MBTK, Tanjung Api-api, Kendal, Singhasari, dan Likupang.

Menurutnya potensi investasi terhadap KEK ini terbuka untuk tenant, pengembang, maupun penyedia infrastruktur sehingga pemerintah akan memberikan fasilitas dan insentif khusus baik fiskal maupun non fiskal.

Lebih lanjut, pada 10 Juli 2020, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus telah menyetujui pembentukan 2 KEK baru di Batam, yaitu Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT).

KEK NDP akan berfokus pada industri digital dan pariwisata, sementara KEK BAT akan berfokus pada industri Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) pesawat terbang.

Airlangga mengatakan bahwa pembentukan 2 KEK di Batam telah sesuai dengan masterplan pengembangan Batam yaitu pengembangan industri digital dan kreatif serta industri kedirgantaraan.

"Pembentukan 2 KEK di Batam ini juga akan terus didorong untuk menangkap peluang investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional" tuturnya.

Adapun berdasarkan paparannya insentif fiskal yang akan diberikan meliputi tax holiday yakni berupa pembebasan pajak penghasilan perusahaan selama 10 tahun dengan nilai investasi minimal US$ 6,9 juta kepada pengembang.

Kemudian, pembebasan pajak diberikan selama 10 tahun kepada penyewa yang berinvestasi dengan nilai minimal US$ 6,9 juta, 15 tahun yang nilai minimal investasinya US$ 34,5 juta, dan 20 tahun bebas pajak yang berinvestasi dengan nilai minimal US$ 67 juta.

Sementara itu ada juga insentif   tax allowance kepada setiap industri, pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak barang mewah atas penyerahan dan pelayanan barang kena pajak.

Adapula insentif non fiskal yang diberikan pemerintah  berupa tidak adanya kewajiban ekspo, kepemilikan asing penuh diizinkan namun daftar negatif tidak diterapkan di KEK, dan dikenakan tarif nol persen bea untuk produk dengan minimal 40% konten lokal diterapkan untuk semua industri. 

Selain itu, berupa barang yang diawasi tidak diterapkan untuk memasuki KEK dan disedikannya layanan satu atap oleh administrator KEK.

Selanjutnya, pemerintah akan diberikan perlakuan khusus bagi pekerja asing untuk imigrasi, prosedur percepatan khusus untuk sertifikasi tanah, hak pakai, dan hak atas bangunan sampai dengan 80 tahun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN