Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga sedang melintas di perumahan Puri Saka Panjang, Bogor, Jawa Barat.  Foto ilustrasi:Beritasatu Photo/Uthan AR

Warga sedang melintas di perumahan Puri Saka Panjang, Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi:Beritasatu Photo/Uthan AR

Kebijakan DP 0% Diharapkan Bawa Angin Segar Sektor Properti

Kamis, 25 Februari 2021 | 05:49 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi, Bank Indonesia telah menempuh langkah-langkah kebijakan.

Salah satu kebijakan yang banyak disorot yaitu melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan) bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu, dan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden.

Terkait kebijakan baru ini, CEO 99 Group Indonesia, Chong Ming Hwee mengatakan pelaksanannya tentu kembali ke perbankan untuk menyesuaikan dengan risk management-nya masing-masing. Sementara bila dilihat dari sisi konsumen, tidak sedikit yang lebih memilih DP besar saat membeli rumah agar cicilan bulanannya lebih ringan. Namun diharapkan kebijakan ini bisa membawa angin segar untuk sektor properti di Indonesia.

“Untuk mengetahui dampak dari kebijakan ini, kita perlu tunggu saat tanggal berlakunya pada 1 Maret nanti. Kami berharap dengan berbagai kebijakan dari pemerintah, serta proses vaksinasi yang sedang berjalan saat ini, perekonomian Indonesia dapat segera pulih, khususnya di sektor properti” kata Chong Ming Hwee dalam acara Property Outlook 2021, Rabu (24/2/2021).

CEO 99 Group Indonesia, Chong Ming Hwee
CEO 99 Group Indonesia, Chong Ming Hwee

Sementara itu berdasarkan data Tim 99 Group, tren suplai dan permintaan properti selama tahun 2020 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Dari segi suplai, data Tim 99 Group mencatat tren bulanan yang cukup stabil pada kuartal satu dan dua, dengan rata-rata listing aktif berada di angka 8%. Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8,75%. Sedangkan penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari bulan Agustus yang menukik ke 5,67%, hingga yang terendah pada Desember di angka 3,82%.

Sementara dari segi permintaan per bulan, periode kuartal awal antara Januari hingga April mencatat penurunan cukup signifikan dari 10% hingga hampir menyentuh angka 5%.

Penurunan tersebut terjadi saat dimulainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap awal. Permintaan pasar kemudian meningkat menjadi 7,96% pada Mei hingga berhasil menembus 11,25% pada Juni.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN