Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hanif Dhakiri. Foto: IST

Hanif Dhakiri. Foto: IST

Kemenaker Tingkatkan Pelatihan di Sektor Pariwisata

Senin, 22 Juli 2019 | 18:16 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan ekonomi nasional. Untuk mendukung program prioritas tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mengencarkan jenis-jenis pelatihan vokasi di sektor pariwisata yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

"Pariwisata ini prioritas nasional. Oleh karena itu kami akan meningkatkan sarana dan prasaran di kejuruan pariwisata," ucap Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri dalam keterangannya, baru-baru ini.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalankan program pelatihan pariwisata di BLK IP Bali. Langkah ini dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ketenagakerjaan. Hal tersebut dapat dilihat dari prestasi Provinsi Bali yang saat ini tercatat sebagai daerah dengan angka pengangguran terendah.

"BLK Bali ini fokus pada pelatihan vokasi sektor pariwisata. Sesuai dengan industri pariwisata yang terus bekembang di Pulau Dewata," ucap Hanif.

Kemenaker mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pelatihan vokasi. Baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini dilakukan untuk masifikasi penciptaan SDM kompeten di sektor pariwisata.

"BLK dan LPK Swasta dievaluasi untuk memastikan kemampuannya dalam melakukan masifikasi pelatihan vokasi yang sesuai pasar kerja," tutur Hanif.

Sementara itu, Direktur Bina Lembaga Pelatihan Kemenaker Wiwit Windiana mengatakan, pihaknya terus mendorong BLK milik pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan kualitas dan aksesbilitas pelatihan. Salah satu cara meningkatkan kualitas pelatihan tersebut adalah revitalisasi pelatihan di BLK daerah.

"Jadi sarana prasarana, program pelatihan, itu ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ucap Wiwit.

Untuk mendorong peningkatan pelatihan di daerah, Kemenaker sendiri terus memberikan bantuan program pelatihan kepada pemda. Di Bali misalnya, Kemenaker memberikan bantuan pelatihan berupa paket pelatihan. Untuk meningkatkan aksesbilitas, Kemenaker juga mendorong pemda untuk aktif menggandeng dunia industri dalam investasi SDM.

"Karena kita ini kan ada 305 BLK, itu untuk cetak 1 juta tenaga kerja saja tidak cukup. Jadi harus ada dukungan dari pihak swasta dan dunia industri," imbuh Wiwit.

Kepala Disnaker dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2019, dari 4,2 juta penduduk Provinsi Bali, sebanyak 2,5 juta penduduk telah bekerja. Masih tersisa TPT sebanyak 32.262 orang atau setara 1,19%. Angka tersebut menjadikan Provinsi Bali sebagai daerah dengan jumlah pengangguran terendah di Indonesia. Capaian tersebut tidak lepas dari program pelatihan yang dilakukan pemerintah dan dunia industri.

"Ada juga pelatihan yang berbasis masyarakat yang kita lakukan di desa-desa. Jadi kita datang ke desa dengan instruktur kurang lebih (melatih selama) 1 bulan," ujarnya.

Pemda setempat terus menggalakkan bursa kerja untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Baik yang dilakukan secara konvensional, online, maupun bursa kerja yang diselenggarakan di lembaga pendidikan.

Secara khusus, Ida Bagus menilai pelatihan yang diselenggarakan di BLK tidak hanya efektif membantu masyarakat untuk masuk ke pasar kerja, namun juga membantu masyarakat untuk berwirausaha. (ark)

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN