Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri

Kemendag Dorong Ekspor Produk Kebersihan ke Filipina

Rabu, 8 Juli 2020 | 18:14 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan mendorong ekspor produk kebersihan ke Filipina dengan menggelar penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual. Pasalnya, Kemendag memandang ekspor produk kesehatan ke Filipina masih bisa terus didorong di tengah permintaan dari Filipina yang meningkat. Masyarakat di Filipina berfokus menjaga kebersihan guna terhindar dari Covid-19.

 “Kejelian dan inovasi adalah salah satu kunci untuk menggenjot kinerja ekspor nasional di tengah kondisi perekonomian dunia yang terdampak wabah Covid-19. Business matching virtual yang dilakukan perwakilan perdagangan di luar negeri menunjukkan Kemendag mengerahkan segala upaya untuk mendorong ekspor,” jelas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan Muhri, dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2020).

Atase Perdagangan Manila, Lazuardi menyampaikan, saat ini impor Filipina dari dunia untuk produk sabun cuci meningkat cukup signifikan. Berdasarkan data Philippines Statistic Authority (PSA), terjadi peningkatan impor sabun cuci Filipina dari dunia sebesar US$ 37,4 juta atau meningkat sebesar 27% pada kuartal I tahun 2020. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

"Kenaikan impor sabun cuci Filipina tersebut juga dikarenakan meningkatnya kesadaran warga Filipina akan pentingnya kebersihan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu menunjukkan adanya peluang pasar yang besar bagi produk Indonesia di Filipina, khususnya untuk sabun cuci. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin," jelas Lazuardi.

Menurut Lazuardi, business matching tersebut menghasilkan pemesanan awal produk sabun cuci sebanyak lima kontainer atau senilai US$ 85 ribu. Kesepakatan tersebut terjadi antara perusahaan Indonesia PT Indokemika Jayatama dan perusahaan Filipina Arvin International Marketing Inc.

Selain itu, business matching juga berhasil mempertemukan PT Indomop Multi Makmur dengan City Hardware di Filipina. PT Indomop Multi Makmur merupakan eksportir Indonesia alat kebersihan, seperti sapu, alat pel, dan sikat. Sedangkan, City Hardware merupakan salah satu toko ritel konstruksi dan bahan bangunan terbesar di Filipina yang memiliki 70 toko ritel.

PT Indomop Multi Makmur secara rutin mengekspor berbagai alat kebersihan ritel HomeAid Philippines sejak 2007. HomeAid Philippines adalah perusahaan yang menyuplai bahan bangunan di wilayah Metro Manila, Filipina. Nilai ekspor PT Indomop Multi Makmur mencapai US$ 40 ribu – US$ 60 ribu per tahun.

Lazuardi melanjutkan, pangsa pasar produk sabun cuci Indonesia ke Filipina pada kuartal I 2020 mencapai sebesar 31,64%. Sementara nilai ekspornya pada kuartal yang sama mencapai US$ 9,3 juta atau meningkat 21,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 7,6 juta. Khusus untuk produk sapu, alat pel, dan sikat kenaikannya mencapai US$ 193 juta atau sebesar 82,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar US$ 105 juta.

"Kami harap, para pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan produk kebersihan di Filipina untuk melakukan ekspansi di pasar Filipina," pungkas Lazuardi.***

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN