Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto ilustrasi IST

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto ilustrasi IST

Kemendag Dorong Pengembangan Ekspor Jamu

Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:17 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan memanfaatkan peluang untuk mengekspor produk jamu asal Indonesia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Kasan Muhri, mengatakan produk jamu Indonesia terus berkembang. Dia optimistis industri biofarmaka dan makanan minuman dapat melakukan penetrasi ke lebih banyak pasar di tengah pandemi Covid-19.

Kasan pun mendampingi ekspor perdana PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ke Arab Saudi.

Menurut Kasan, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dengan Mizanain, pelaku usaha asal Arab Saudi. Kerja sama tersebut dicapai pada perhelatan Trade Expo Indonesia, Oktober 2019 lalu.

“Kami bangga dengan pencapaian hari ini. Kementerian Perdagangan turut memfasilitasi kegiatan ekspor ini. Mulai dari penandatanganan yang dilaksanakan di Trade Expo Indonesia 2019 hingga pelepasan kontainer perdana,” kata Kasan dalam keterangan resmi, Senin (10/8) malam.

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri
Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri

Kasan menilai, keberhasilan ekspor jamu perdana ini perlu diapresiasi mengingat Arab Saudi telah meningkatkan tarif bea masuk untuk 500 jenis produk guna meningkatkan penerimaan negara di tengah pandemi Covid-19.

Kasan menambahkan, kebijakan ini akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ekspor Indonesia ke Arab Saudi. Namun, kebijakan ini tidak secara langsung berdampak terhadap sektor biofarmaka dan mamin sehingga ekspor produk sektor ini ke Arab Saudi dapat terus dimanfaatkan.

Selain perdagangan dengan Arab Saudi, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap seluruh aspek perdagangan, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Untuk itu, menurut Kasan, Kementerian Perdagangan telah bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri guna meningkatkan kinerja ekspor.

Kementerian Perdagangan juga telah menempuh sejumlah langkah, antara lain dengan mempercepat proses ekspor melalui National Logistics Ecosystem dan mempercepat pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp. Kementerian Perdagangan juga mengusulkan agar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dapat memberikan stimulus berupa pembiayaan perdagangan bagi eksportir terdampak Covid-19 dan tengah mengalami kesulitan keuangan. Kemendag juga mendorong LPEI segera melaksanakan program-program kerja untuk meningkatkan ekspor nonmigas nasional.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat memperlihatkan JSH Herbal, produk terbarunya yang mengandung alkali PH tinggi.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

Pada ekspor perdana tersebut, turut hadir Direktur Pengawasan Obat Tradisional, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Martin Suhendri, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, Lukmanul Hakim, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Parlin Robert Sitanggang, serta Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, pada semester pertama 2020, ekspor produk biofarmaka Indonesia mencapai US$ 4,2 juta atau naik 32,8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang sebesar US$ 3,17 juta. Menurut Kasan, pertumbuhan ini cukup signifikan apalagi terjadi di tengah penurunan daya beli masyarakat dunia.

Sementara itu, pada Januari—Juni 2020 ekspor Indonesia mencapai US$ 76,4 miliar sedangkan impor tercatat sebesar US$ 70,9 miliar. Pada Juni 2020, Kasan mengatakan kinerja ekspor nonmigas Indonesia mulai bergerak positif dengan kenaikan 15,73% dibanding bulan sebelumnya.

Di sisi lain, impor bahan baku pada periode tersebut juga naik sebesar 24,01% dibandingkan bulan sebelumnya, yang menandakan mulai bergeliatnya aktivitas industri.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN