Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Produk Perikanan UMKM. (Ist)

Ilustrasi. Produk Perikanan UMKM. (Ist)

Kemendag Dorong Pengusaha Perempuan Ekspor ke Kanada

Selasa, 9 Maret 2021 | 10:36 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada, mendorong pengusaha perempuan melakukan ekspor melalui program Women in Trade for Inclusive and Sustainable Growth (WITISG).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kasan Muhri, mengatakan, pogram WITISG akan berfokus pada ekspor sektor makanan dan jasa teknologi informasi ke Kanada. Kedua sektor ini dipilih berdasarkan permintaan yang tersedia di pasar Kanada.

“Dalam kerja sama dengan TFO ini, kami akan menyediakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang akan diberikan pendampingan langsung oleh ahli dari Kanada. Dimulai dari persiapan, sampai UMKM bisa berpartisipasi di misi dagang, misi dagang virtual, misi penjualan, dan pameran dagang di Kanada dan Amerika Serikat. UMKM juga akan mempelajari cara memasuki pasar yang akan dilakukan dengan memberikan strategi spesifik pada mereka,” kata Kasan dalam peluncuran program WITISG secara virtual, Senin (8/3).

Dalam program tersebut, lanjut Kasan, kedua pihak akan melakukan pembangunan kapasitas terkait kesetaraan gender dan inklusi sosial untuk pihak-pihak yang terlibat dalam program ini.

Kasan optimistis program ini akan berhasil, mengingat di tengah pandemi Covid-19 ekspor makanan olahan meningkat signifikan.

Dia meyakini, ekspor makanan olahan akan terus bertumbuh di tahun-tahun yang akan datang dan menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan Indonesia.

Sementara itu, Kasan menilai ekspor jasa teknologi informasi juga potensial untuk dikembangkan.

Berdasarkan catatan Kemendag, Indonesia memiliki 155 studio animasi yang tersebar di 23 kota.

Pendapatan Indonesia di sektor anmasi ini naik rata-rata 26% per tahun selama lima tahun terakhir. Kanada pun menjadi salah satu destinasi ekspor jasa teknologi informasi Indonesia, di samping Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

“Karena itu, dukungan terhadap Kanada dengan perspektif bisnis globalnya, yang ingin mendukung pemahaman terkait keberlanutan bisnis kepada eksportir perempuan Indonesia melalui program ini akan memiliki dampak yang besar ke ekspor Indonesia, terutama di sektor makanan dan jasa teknologi informasi,” jelas dia.

Menurut Kasan, Indonesia merupakan mitra dagang Kanada yang cukup penting. Kanada paling banyak berdagang dengan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Investasi Kanada di Indonesia juga menjadi kedua terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara lain.

“Pada 8 Januari 2021, Kanada sudah mengumumkan kepada publik terkait konsultasi perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Kanada dengan Indonesia. Lebih lanjut, sebagai bagian dari Asean, Indonesia mendukung penuh komitmen pemerintah Kanada untuk melanjutkan keikutsertaan Kanada dalam perjanjian area perdagangan bebas (FTA) dengan Asean. Ini sebagaimana telah dipublikasi dalam kesimpulan dari diskusi eksplorasi untuk kemungkinan FTA Kanada-Aseanyang diumumkan pada 10 September 2019,” ucap Kasan.

Direktur Program TFO Kanada Zaki Munshi menjelaskan, pemilihan sektor makanan dan jasa teknologi informasi didasarkan pada permintaan yang telah tersedia di Kanada. Kedua sektor ini dipilih supaya program pendampingan ekspor menjadi lebih tepat sasaran.

“Ada beberapa asosiasi yang jadi mitra kerja, yang akan kami beri pelatihan. Yang akan diekspor ini sangat market driven. Jadi betul-betul apa yang diminta pasar Kanada dan seputar utara Amerika. Jadi berdasarkan permintaan pasar dan bukan apa yang kita miliki dan produksi. Dan yang paling penting sekali lagi adalah keterlibatan pengusaha perempuan,” ujar Zaki.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN