Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk UMKM. Foto ilustrasi: IST

Produk UMKM. Foto ilustrasi: IST

Kemendag Dorong Perluasan Digitalisasi UMKM

Rabu, 16 Desember 2020 | 09:34 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung penuh upaya pelaku usaha untuk memperluas digitalisasi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi tersebut diharapkan dapat menjaga roda perdagangan tetap berjalan selama pandemi Covid-19, sekaligus meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.

"Kerja sama pemerintah, swasta, dan pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menjaga roda perdagangan harus terus berjalan salah satunya dengan mendorong transaksi perdagangan di platform daring. Ke depan, Kemendag akan mendorong pelaku usaha penyedia platform daring untuk membantu UMKM terdampak pandemi Covid-19. Ini diharapakan mempercepat transformasi digitalisasi UMKM, sehingga dapat menggunakan platform online untuk memasarkan dan juga meningkatkan kapasitas dan daya saing produk," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra dalam peluncuran GoBiz Plus oleh GoJek dan BCA secara virtual, Selasa (15/12).

Selama pandemi Covid-19, menurut Syailendra, transaksi di pasar tradisional turun hingga 39%. Sementara itu, omzet pedagang juga menurun sampai sekitar 30%.

Dia mengungkapkan, pedagang pasar dan pelaku UMKM setidaknya menghadapi lima tantangan selama pandemi Covid-19. Tantangan tersebut antara lain penurunan permintaan karena tertekannya daya beli masyarakat, kendala distribusi akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kesulitan mengakses pembiayaan atau permodalan. Selain itu, pelaku UMKM juga kesulitan mengakses bahan baku karena keterbatasan kegiatan sehingga proses produksi turut terhambat.

Karena itu, Syailendra mengatakan, pemerintah perlu bekerja sama dengan pelaku usaha  swasta untuk menjaga roda perdagangan. Hal ini dilakukan antara lain dengan mendorong digitalisasi transaksi perdagangan. Kemendag pun mendukung GoJek memperluas digitalisasi UMKM dengan peluncuran perangkat GoBiz Plus.

Sebelumnya, Kemendag juga telah bekerja sama dengan GoJek untuk membantu perdagangan UMKM, termasuk di pasar rakyat. Perluasan keja sama dengan GoJek diharapkan dapat membantu pedagang dan pelaku UMKM di tengah pandemi. Bantuan ini diharapkan mengurangi beban UMKM juga akan berkurang.

Berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA), GoJek meluncurkan perangkat GoBiz PLUS yang mulai dikembangkan sejak 2018. Perangkat GoBiz plus dapat menerima pembayaran berbagai kartu baik debit maupun kredit, mrnerima pembayaran berbasis kode QR (QRIS) dari dompet-dompet digital, mencetak resi secara instan, dan melayani Point of Sales (POS) untuk mempermudah para mitra usaha dalam mencatat pesanan, serta memperbaharui menu maupun harga produk.

"Misi GoJek dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha UMKM tetap sama, bahkan semakin kuat. Kami sadar, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Di sini, GoJek memiliki peranan untuk mendukung teman-teman pelaku usaha agar terus memperoleh akses untuk go-digital, terlebih di masa pandemi ini dimana masyarakat semakin mengedepankan transaksi nontunai agar dapat meminimalisir kontak fisik langsung," kata Co-CEO GoJek Soelistyo.

Hanya dengan Rp 4.900,- setiap harinya, menurut dia, mitra usaha GoJek bisa mendapatkan perangkat ini. Perangkat ini dapat membantu mengelola usaha dengan lebih mudah dan efisien, juga terjangkau bagi para pelaku bisnis.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN