Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kasan Muhri. Foto: IST

Kasan Muhri. Foto: IST

Kemendag Tetap Gelar Penghargaan Primaniyarta

Senin, 24 Agustus 2020 | 11:52 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com ) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id –  Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan, untuk mengapresiasi pelaku usaha nasional yang tetap melakukan ekspor dengan kinerja baik pada masa pandemi, Kemendag tetap menyelenggarakan Penghargaan Primaniyarta tahun ini, namun dengan konsep berbeda.

Tahun ini tidak membuka pendaftaran, tapi akan menyeleksi para peserta melalui data ekspor bekerja sama dengan Ditjen Bea dan Cukai, serta didukung Ditjen Pajak, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Otoritas Jasa Keuangan, serta tim juri yang terdiri dari profesional dan akademisi.

Selain itu, perbedaan Primaniyarta tahun ini, penghargaan hanya akan diberikan dalam 2 kategori yaitu Eksportir Berkinerja (PMDN dan PMA) dan Eksportir Potensi Unggulan (skala menengah dan skala kecil).

Dimulai dari Pemimpin

Saleh Husin. Foto: IST
Saleh Husin. Foto: IST

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat UI dan Menteri Perindustrian Tahun 2014-2016 Saleh Husin mengatakan, gerakan membeli produk dalam negeri harus dimulai dari pemimpin kita. Ini mulai dari presiden, menteri, kepala daerah, para anggota parlemen, para pangdam, kapolda, hingga pejabat BUMN.

“Pemimpin ini harus selalu membeli produk dalam negeri, sehingga bisa diikuti oleh masyarakat luas. Tentu dengan tidak memaksa atau ditakuttakuti dan harus dari kesadaran sendiri, sehingga berlangsung lama. Kalau dipaksa ya paling sesaat,” tandasnya.

Selain itu, lanjut dia, sudah seharusnya belanja APBN dan APBD serta BUMN wajib untuk membeli produk dalam negeri. Ini terutama untuk alusista yang anggarannya sangat besar untuk penggunaan devisanya.

“Ini harus betul dilaksanakan dan bila masih ada yang melanggar ya dicopot jabatannya biar ada efeknya. Ini kan dalam situasi darurat, di mana kita harus menghemat devisa agar dapat digunakan untuk berperang melawan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Telisa Aulia Falianty. Foto: youtube
Telisa Aulia Falianty. Foto: youtube

Sedangkan Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty. mengatakan, gerakan memborong produk lokal secara masif perlu dilakukan. Sebab, langkah itu bisa membantu menggerakkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, anggaran pengadaan seluruh barang dan jasa pemerintah pusat dan daerah yang sekitar Rp 1.160 triliun tahun ini harus digunakan untuk meningkatkan pembelian produk dalam negeri.

Selain itu, pemerintah melaksanakan program substitusi impor terhadap berbagai produk yang dapat dibuat di dalam negeri, seperti makanan, pakaian, handycraft, elektronik, petrokimia, dan baja.  (tl/tm) 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN