Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Adita Irawati

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Adita Irawati

Kemenhub: Mobilitas Warga Turun 30- 86% Selama PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 17:38 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat selama pelaksanaan pengendalian transportasi di masa PPKM Darurat periode 3-20 Juli 2021 terjadi penurunan mobilitas masyarakat yang cukup antara 30-86%.

“Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelum adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi baik di darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api,” ucap Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

Tercatat, untuk transportasi udara, jumlah pergerakan penumpang harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8% atau dari rata-rata sekitar 61.000 penumpang per hari menjadi sekitar 11.000 penumpang per hari. Sementara, lanjut Adita, untuk pergerakan penumpang di wilayah luar Jawa dan Bali penurunannya mencapai 74,5% atau dari rata-rata sekitar 63.000 penumpang menjadi sekitar 16.000 penumpang per hari. Secara keseluruhan dari 51 bandara yang dipantau tercatat penurunannya mencapai 77,6%.

Dia menambahkan, untuk moda transportasi kereta api,  jumlah pergerakan penumpang harian kereta api (KA) antarkota penurunannya mencapai 77% dari sekitar 27.000 penumpang menjadi sekitar 6.000 penumpang per hari. Sementara untuk pergerakan penumpang harian KA perkotaan (non KRL Jabodetabek) penurunannya mencapai 86%, yakni dari sekitar 42.000 penumpang menjadi 5.000 penumpang. Sementara, untuk pergerakan penumpang harian KRL Jabodetabek penurunannya mencapai 56%  dari sekitar 330.000 penumpang menjadi 145.000 penumpang. Sedangkan, untuk pergerakan penumpang harian KRL Yogya – Solo penurunannya mencapai 56%

Untuk moda transportasi darat, papar dia, pergerakan penumpang bus harian yang berangkat di 31 terminal tipe A penurunannya mencapai 42,36%, (dari sekitar 43.000 penumpang menjadi sekitar 25.000 penumpang. Sementara untuk angkutan penyeberangan di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni penurunannya mencapai 42% dari sekitar 46.000 penumpang menjadi sekitar 27.000 penumpang dan di lintas Ketapang-Gilimanuk penurunannya mencapai 52% dari sekitar 20.000 penumpang menjadi sekitar 9.000 penumpang.

"Sedangkan untuk kendaraan pribadi, dari pantauan lalu lintas kendaraan di empat ruas jalan tol yaitu, Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat volume lalu lintas yang ke arah luar Jabodetabek penurunannya mencapai 30%, sementara yang masuk ke arah Jabodetabek penurunannya mencapai 33%," jelas Adita.

Untuk transportasi laut, jumlah pergerakan penumpang kapal di wilayah Jawa dan Bali mengalami penurunan 30,3% dari rata-rata per hari 1.935 penumpang menjadi rata-rata per hari 1.348 penumpang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN