Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata. Foto: IST

Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata. Foto: IST

Kemenkeu Realokasi Belanja K/L dan TKDD Rp 26 Triliun

Rabu, 21 Juli 2021 | 21:00 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan refocusing dan realokasi belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahap IV sebesar Rp 26,3 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, realokasi dan refocusing tahap IV diperlukan untuk memenuhi kebutuhan anggaran Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Apalagi, saat ini anggaran PC-PEN ditambah menjadi Rp 744,75 triliun dari Rp 699,43 triliun.

“Anggaran PC-PEN naik Rp 55,2 1 triliun, sehingga perlu lagi ditambah. Untuk itu, kami lakukan refocusing tahap IV senilai Rp 26,3 triliun,” tutur dia, Rabu (21/7/2021).  

Dia mengatakan, refocusing dan realokasi belanja KL dan TKDD tahap IV sudah dimulai sejak Rabu ini, sehingga ditargetkan dapat diselesaikan minggu pertama Agustus. Tak hanya itu, refocusing tahap I dan tahap II sudah selesai, sedangkan tahap III mencpai Rp 32,2 triliun, terdiri atas belanja KL Rp 26,2 triliun dan TKDD Rp 6 triliun.

Meski terjadi penambahan anggaran  PC-PEN, dia memastikan Kemenkeu akan berusaha menjaga defisit sesuai target sebesar Rp 5,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 1.006,4 triliun. Pasalnya, pemerintah terus menyisir berbagai program K/L dan TKDD yang dapat dilakukan realokasi dan refocusing. “Kami terus berusaha tidak terjadi pelebaran defisit, sehingga refocusing kami lakukan,” tutur dia. 

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan terus melakukan realokasi dan refocusing belanja K/L secara selektif dan dipastikan tidak akan menganggu kinerja K/L. Pasalnya, selama Januari-Juni 2021, realisasi belanja K/L sudah tercapai Rp 449,6 triliun dari pagu Rp 1.032 triliun. 

“Belanja yang belum cair akan kami refocusing. Ini dilakukan sangat selektif untuk belanja-belanja yang belum dilakukan dan yang kemungkinan tidak bisa dilakukan, termasuk perjalanan dinas. Jadi logika refocusing dan realokasi selalu dijaga,” tutur dia. 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN