Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. (Foto: Humas Kemenkop UKM)

Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. (Foto: Humas Kemenkop UKM)

Kemenkop UKM: Holding Ultramikro akan Hadirkan Pemerataan Pembiayaan

Kamis, 24 Juni 2021 | 22:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyambut baik rencana pembentukan holding ultramikro antara Bank BRI, Pegadaian, dan PNM yang akan terealisasi dalam waktu dekat. Kehadiran holding ultramikro dianggap akan memberikan manfaat karena dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultramikro untuk mengembangkan usahanya.

“Selama ini pelaku usaha ultramikro belum banyak tersentuh oleh lembaga pembiayaan, sehingga dengan terbentuknya holding ultramikro menghadirkan pemerataan sumber-sumber pembiayaan di semua level usaha,” kata Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi dalam pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (24/6).

Menurutnya, kehadiran holding ultramikro tidak perlu dikhawatirkan oleh penggiat koperasi simpan pinjam (KSP) dan menganggap sebagai persaingan. Pendekatan layanan yang diberikan oleh KSP dan holding sebagai bank berbeda. KSP sebagai lembaga koperasi berbasis keanggotaan, hanya memberikan layanan kepada anggota yang di dalamnya ada semangat memiliki dan gotong royong.

Setiap lembaga pembiayaan ini pun memiliki pasar masing-masing, di mana KSP dengan basis keanggotaan menciptakan rasa memiliki terhadap koperasi di mana dia menjadi anggota. Keberlangsungan koperasi merupakan hasil keputusan bersama anggota yang kemudian dijalankan bersama.

“Karena itu, kekhawatiran persaingan bunga pinjaman seharusnya tidak perlu ada, karena hal tersebut merupakan kesepakatan bersama dalam Rapat Anggota,” tutur Zabadi.

Lembaga KSP dengan prinsip-prinsip perkoperasian telah membangun sistem pengelolaan koperasi yang bersifat demokratis dan terbuka. Ada pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang adil terhadap semua anggota. Zabadi juga meminta KSP untuk semakin meningkatkan pelayananan dan melihat potensi-potensi baru sebagai market yang akan menjadi pasar KSP.

“Anggota memperoleh kemanfaatan lain sebagai bagian dari koperasi, tidak sekedar hanya mendapatkan layanan pinjaman,” pungkas Zabadi.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN