Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker

Menaker Ida Fauziyah. Sumber: Humas Kemnaker

Kemnaker Benahi Pelaksanaan Vokasi untuk Percepat Transformasi Tenaga Kerja

Selasa, 14 Juli 2020 | 13:10 WIB
Arnold Kristianus

JAKARTA, investor.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan akan menjalankan sejumlah langkah dalam menghadapi transformasi tenaga kerja karena revolusi industri 4.0, dan dampak pandemi virus corona Covid-19. Ini mengingat semakin cepatnya perubahan dunia ketenagakerjaan akibat proses otomatisasi industri, dan dampak pandemi Covid-19 yang mendorong percepatan penggunaan teknologi digital.

“Dalam hal kebijakan pelatihan vokasi Kemnaker telah mengembangkan kebijakan yang bertujuan untuk terus memperbaiki proses link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi sumber daya manusia yang ada,” ucap Ida Fauziyah dalam webinar pada Selasa (14/7).

Penyiapan kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan kebijakan triple skilling: skilling, reskilling, dan up-skilling terhadap pekerja. Optimalisasi pemagangan untuk menambah pengalaman kerja. Pihak Kemnaker juga mengubah kurikulum dan metode dengan pendekatan human digital skills, metode blended learning.

“Kondisi Covid-19, salah satu hikmah yang kita bisa ambil adalah mempercepat kita fokus pada human digital online,” ucap Ida Fauziyah.

Ia menjelaskan dalam metode blended learning dilakukan sebab pemerintah sedang menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing. Dua kebijakan tersebut menyebabkan pelaksanaan pelatihan hanya bisa diikuti 20% dari total jumlah peserta.

“Untuk menggenjot kegiatan pelatihan ini mau tidak mau, salah satu cara adalah melakukan pelatihan  dengan metode ini blended training,” ucapnya.

Kemnaker juga bekerjasa sama dengan industri, lembaga, diklat, dan asosiasi untuk identifikasi kebutuhan kompetensi. Sehingga bisa menghasilkan lulusan yang sesuai, agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan lulusan dari pelatihan. Sebab banyak lulusan vokasi yang masih menjadi pengangguran. Seharusnya mereka yang harusnya bisa diterima di pasar kerja.

“Untuk menjawab itu melalui bagaimana berkolaborasi dengan semua stakeholder, terutama pelaku industri agar pendidikan vokasi menciptakan lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ucapnya. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN