Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyampaikan sambutan di acara ground breaking.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyampaikan sambutan di acara ground breaking.

Kendalikan Banjir di Bandung, PUPR Bangun Kolam Retensi Rp 141 M

Jumat, 11 Desember 2020 | 23:22 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah kapasitas infrastruktur pengendali banjir dengan membangun Kolam Retensi Andir dan lima polder di Kabupaten Bandung senilai Rp 141 miliar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan pembangunan kolam retensi Andir dan lima polder merupakan upaya kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung.

"Ini bagian dari upaya kita menanggulangi banjir bukan menghilangkan banjir. Harapannya, pembangunan kolam ini mampu mengurangi dampak banjir," kata Ridwan dalam sambutannya, Kamis (10/12).

Dirjen SDA Jarot Widyoko menyebut kolam Retensi Andir dirancang untuk menampung genangan banjir sekitar 137 ribu meter kubik.
Dirjen SDA Jarot Widyoko menyebut kolam Retensi Andir dirancang untuk menampung genangan banjir sekitar 137 ribu meter kubik.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko menjelaskan, pembangunan kolam retensi Andir menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir di Kabupaten Bandung yang sudah terencana. Termasuk membangun Sudetan Cisangkuy dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum lainnya.

Jarot menjelaskan, kolam Retensi Andir dirancang untuk menampung genangan banjir sekitar 137 ribu meter kubik. Banjir di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah akan diserap kolam retensi ini dan dipompa ke sungai setelah kembali normal.

Kolam retensi Andir akan dibangun di lahan seluas 4,85 hektare dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 148,78 hektare, luas genangan 2,75 hektare, serta volume tampungan hingga 137,500 meter kubik.

Pembangunan kolam retensi ditandai dengan groundbreaking di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (10/12/2020) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dirjen SDA PUPR Jarot Widyoko, dan Bupati Bandung Dadang M Naser.
Pembangunan kolam retensi ditandai dengan groundbreaking di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (10/12/2020) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dirjen SDA PUPR Jarot Widyoko, dan Bupati Bandung Dadang M Naser.

Selain kolam retensi Andir, PUPR juga mulai membangun lima polder yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 29,79 hektare dan volume tampungan 1.125 meter kubik; Polder Cipalasari-2 (catchment area 11,79 hektare dan volume 1.125 meter kubik); Polder Cijambe Barat (catchment area 78,20 hektare dan volume 1.125 meter kubik); Polder Cijambe Timur (catchment area 58,60 hektare dan volume 1.125 meter kubik); serta Polder Cisangkuy (catchment area 7,85 hektare dan volume 450 meter kubik).

Sebelumnya, PUPR telah membangun Kolam Retensi Cieunteung seluas genangan 4,75 Ha dan volume tampung 190.000 m3. Kolam yang selesai dibangun PT. Nindya Karya - PT. Barata (KSO) pada 2018 ini bertujuan untuk mereduksi banjir seluas 91 Ha (sekitar 1250 bangunan/rumah) dan menjadi area wisata. Pembangunannya menelan biaya kontrak Rp 203 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN