Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedang menyiapkan keandalan jangka panjang pasokan listrik dan uap wilayah kerja blok Rokan.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedang menyiapkan keandalan jangka panjang pasokan listrik dan uap wilayah kerja blok Rokan.

Kerja Sama PLN-Pertamina Dinilai Tepat dan Strategis

Kamis, 25 Maret 2021 | 16:39 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Penandatanganan kerja sama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina dalam suplai listrik ke Blok Rokan dinilai tepat dan strategis.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menganggap, kerja sama ini tepat, karena PLN merupakan perusahaan listrik paling andal dan diyakini sanggup menyuplai listrik secara permanen untuk Blok Rokan. “Sinergi antara kedua BUMN tersebut sangat tepat dan strategis. Tak ada yang perlu diragukan dengan kemampuan PLN dalam memasok listrik di Blok Rokan. Bahkan, hingga jangka panjang, yaitu masa layanan permanen, sesuai perjanjian tersebut,” kata Fabby, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, kebutuhan Blok Rokan terhadap 400 megawatt (MW) dan uap sebesar 335 ribu barel standar per hari (MBSPD), sangat mudah dipenuhi PLN. Selama ini, PLN menyediakan listrik untuk 77 juta pelanggan berbagai konsumen, dengan kapasitas pembangkit listrik di seluruh Indonesia 70 GW.

"Jadi, kemampuan BUMN tersebut tak perlu diragukan. PLN adalah perusahaan listrik terbesar dan paling lama di Indonesia. Mereka ahlinya,” kata dia.

PLN, kata dia, juga memiliki pembangkit listrik tenaga uap. “PLN sudah terbiasa dan sangat berpengalaman dengan tenaga uap. Jadi, bukan hal sulit untuk memasok listrik di Rokan,” lanjut dia.

Sebelumnya, perjanjian kerja sama antara PLN dan Pertamina untuk memasok listrik ke Blok Rokan, ditandatangani awal Februari 2021. Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) tersebut dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, masa transisi dengan memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung hanya tiga tahun, mulai 9 Agustus 2021.

Adapun tahap kedua, yaitu masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN yang akan dimulai pada 2024. Adanya dua tahap dalam perjanjian tersebut, menurut Fabby, merupakan hal wajar. Tahap pertama dilakukan, karena merupakan masa transisi, termasuk peralihan penyediaan listrik. Sebab, tidak mungkin PLN menyediakan pembangkit sebelum ada kontrak.

Pengadaan, tambah dia, juga memerlukan waktu, termasuk pemasangan, sehingga tidak masalah kalau pada tahap pertama, PLN memanfaatkan pembangkit eksisting. "Yang penting jangka panjangnya. Tak ada yang perlu diragukan dari PLN dalam memasok listrik permanen di Blok Rokan,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN