Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Moeldoko. Foto: IST

Moeldoko. Foto: IST

KSP Berharap Kredit Rp 50 T Pulihkan Pertanian

Senin, 20 Juli 2020 | 06:36 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id– Kepala Staf Kpresidenan (KSP) Moeldoko berharap anggaran Rp 50 triliun dalam bentuk kredit pertanian untuk para petani mampu memulihkan sektor pertanian setelah terdampak pandemi Covid- 19.

“Sejumlah kesulitan yang dihadapi para petani kita bantu dengan skema kredit usa ha rakyat (KUR) yang bagus. Ada sinergi empat pihak yakni Kementerian Pertanian, per bankan, lembaga keuangan seperti koperasi dan Jasindo sebagai penjamin,” ujar Moeldoko, kemarin.

Pemerintah menyediakan anggaran untuk mendukung KUR Rp 50 triliun untuk sektor pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) bertugas mengalokasikan dana itu untuk didistribusikan kepada para petani yang kemudian diharapkan bisa membantu mereka pada masa pandemi.

Contohnya, skema pembiayaan sektor pertanian di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Program pembiayaan yang dilakukan di Lombok Timur tersebut dapat menjadi referensi untuk dilakukan oleh petani di wilayah lain.

Evaluasi juga akan dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan perbaikan.

Menurut Moeldoko, KSP melihat dalam masa pandemi Covid-19 ini, sektor pangan dan pertanian masih menjanjikan. Meski begitu, Badan Pangan Dunia (FAO) mengingatkan agar berhati-hati mengenai food security di kemudian hari.

“Kita harus siaga dan menggerakkan masyarakat petani untuk lebih giat walau dalam masa pandemic Covid-19 ini. Tak perlu takut yang penting disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegas dia. Yang terpenting, petani jangan sampai dibebani dengan berbagai persoalan administrasi sehingga sulit mendapatkan KUR.

Dengan adanya pembiayaan dari bank, petani dapat meningkatkan produksi. Kemudian, koperasi menjadi tempat untuk memberikan jaminan kepada petani untuk membeli hasil produksinya.

“Perlu dicontoh program yang dilakukan di Lombok Timur sehingga petani merasa nyaman, perbankan pun merasa aman,” ujar dia seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Benny Pasaribu menjelaskan, KUR menjadi sebuah solusi dan harapan bagi para petani.

Selain itu, lembaga koperasi petani juga membutuhkan biaya untuk menyediakan produk seperti pupuk, benih bahkan sampai membeli hasil produk petani. Pembiayaan untuk petani juga bisa didapatkan pula melalui skema lainnya.

“Sebagai contoh Bulog dalam pembelian beras. Pada level bawah, koperasi dan petani juga harus mendapat pembiayaan. Kementerian Koperasi dan UKM memiliki skema namun belum sistematis sehingga belum maksimal untuk direalisasikan untuk para petani,” papar dia. (tl)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN