Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek pembangunan gedung apartemen terlihat dari ketinggian di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Proyek pembangunan gedung apartemen terlihat dari ketinggian di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Kuartal I, Okupansi Service Apartment Turun 6,5%

Imam Mudzakir, Minggu, 19 April 2020 | 12:19 WIB

JAKARTA, investor.id - Wabah Covid-19 telah berdampak buruk pada kegiatan bisnis serta liburan jangka pendek di Jakarta. Hal ini berdampak pada penurunan tingkat hunian untuk service apartment hingga 6,5% pada kuartal pertama. Karena beberapa pemesanan selama bulan Februari dan Maret telah dibatalkan.

“Rata-rata hunian apartemen yang dilayani pada kuartal pertama 2020 tercatat 61,4%, turun 6,5% dari periode sebelumnya,” ungkap Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Ferry, dampak dari Covid -19 ini kemungkinan bakal terus merembet pada kuartal berikutnya. Aktivitas bisnis masih terus menurun dan pertemuan serta perjalanan yang tidak penting dibatalkan. Karena jumlah pengunjung asing berkurang, sebagian besar apartemen yang dilayani berusaha lebih fokus untuk meraih pasar domestik dan mempertahankan harga sewanya.

Ke depan, kata Ferry, penyebaran Covid-19 yang terus-menerus telah memaksa banyak perusahaan ataupun pengembang untuk menunda rencana relokasi proyeknya.

Oleh karena itu, pasar apartemen sewa diperkirakan akan melihat penurunan tingkat hunian yang signifikan dalam jangka waktu pendek.

Di tengah kondisi pasar yang tidak menyenangkan, manajemen menjadi lebih realistis dan menerapkan strategi sewa yang fleksibel selama kuartal pertama.

“Penyewa yang agresif dapat mendorong transaksi untuk dinegosiasikan dan mengharapkan diskon 5 hingga 7% dari rata-rata sewa yang diminta, tergantung pada jangka waktu (masa yang lebih lama bisa mendapatkan diskon maksimum),” katanya.

Sampai saat ini, rata-rata tarif sewa apartemen di kawasan CBD (Central Business District) telah menurun sebesar 5% perkuartal, sementara di Jakarta Selatan (termasuk area non-prima) turun sebesar 2%.

Sedangkan untuk pasokan service apartment, belum ada suplai baru yang masuk ke pasar selama kuartal pertama, sehingga pasokan kumulatif service apartment mencapai 5.701 unit.  “Ke depan, Jakarta diperkirakan bakal ada pasoskan tambahan baru sebanyak 1.395 unit lagi dari delapan proyek service apartment dalam empat tahun ke depan,” pungkas Ferry.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN