Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kuartal II Diperkirakan Bakal Ada 2 Mall Baru

Rabu, 28 April 2021 | 18:38 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Cushman & Wakefield menilai bahwa program vaksinasi Covid-19 yang mulai dilaksanakan sejak Januari 2021 telah menunjukkan dampak positif terhadap pasar ritel Jakarta.

Sebagai hasil dari program vaksinasi, Jakarta telah menunjukkan penurunan jumlah kasus Covid-19 harian pada beberapa minggu terakhir. Aktivitas konsumen telah terlihat meningkat pada kebanyakan mall di Jakarta, walau belum sepenuhnya kembali seperti masa sebelum pandemi.

Pasokan baru dari beberapa proyek seperti Pondok Indah Mall 3 dan Aeon Mall Southgate (keduanya berlokasi di Jakarta Selatan) diperkirakan akan masuk pasar ritel Jakarta pada kuartal  depan.

“Jika kedua proyek ini berhasil diselesaikan sesuai dengan jadwal, total pasokan ritel Jakarta akan mencapai 4.663.700 meter persegi pada kuartal kedua 2021,” kata Director Strategic Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo, dalam siaran pers, Rabu (28/4).

Sementara itu, kata Arief,  dengan tidak adanya pasokan baru pada kuartal 1 2021, tingkat hunian ritel Jakarta masih relatif stabil. Tingkat hunian berada pada 77%, sedikit menurun sebanyak 0,1% dari kuartal sebelumnya.

Decathlon, peritel peralatan olahraga dari Perancis, telah membuka outlet keempatnya di Mall of Indonesia, menempati sekitar 3.100 meter persegi, dan menjadi outlet terbesar di Indonesia,” kata Arief.

Meskipun traffic pengunjung ritel sudah mulai meningkat, mayoritas peritel masih melakukan wait and see terhadap rencana ekspansi mereka, terutama terhadap pre-komitmen di proyek-proyek yang masih dalam proses konstruksi. Dengan jumlah kasus Covid-19 harian yang masih relatif tinggi di Indonesia, permintaan pasar ritel dalam waktu dekat ini masih akan tertahan, hingga pandemi sudah lebih terkontrol.

Saat periode awal pandemi dan PSBB, sejumlah besar peritel terkena dampak pandemi yang signifikan, hingga menyebabkan arus kas bisnis mereka menjadi negatif.

“Tahun 2021 diperkirakan akan menjadi tahun pemulihan untuk peritel, sehingga peritel akan lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas ekspansi dan relokasi. Idul Fitri yang sebentar lagi berlangsung diperkirakan untuk mendorong bisnis ritel dan menandakan permulaan pemulihan pasar secara umum,” katanya.

Sedangkan untuk harga, tidak terlihat adanya peningkatan pada rata-rata harga sewa dan service charge pada pasar ritel Jakarta dari basis tahun-ke -tahun (YoY). Situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun, atau hingga pandemi terlihat sudah lebih terkontrol. Tergantung kondisi, beberapa penyewa di pusat perbelanjaan besar yang memiliki performa baik telah kembali ke harga sewa normal, sementara penyewa yang masih terdampak pandemi masih diberikan pengurangan harga sewa atau penundaan pembayaran sewa, namun dengan nilai yang relatif lebih kecil.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN