Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kendaraan bermotor terjebak macet di tol dalam kota maupun jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (20/1/2021).  Menurut TomTom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, Jakarta berada di posisi ke-31 dari 416 kota lain di berbagai dunia. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kendaraan bermotor terjebak macet di tol dalam kota maupun jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Menurut TomTom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, Jakarta berada di posisi ke-31 dari 416 kota lain di berbagai dunia. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Larangan Mobil 10 Tahun Beroperasi di Jakarta Tak Logis

Rabu, 3 Maret 2021 | 17:48 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai, rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang mobil berusia di atas 10 tahun beroperasi pada 2025 tidak logis. Sebab, pada 2025 masyarakat masih berupaya memulihkan perekonomian mereka dari dampak pandemi Covid-19, sehingga tak terpikir membeli mobil baru. 

“Kalau mobil di atas 10 tidak boleh beroperasi, mau dibuang ke mana? Apa mau dibeli sama Pemprov DKI?” ucap Bebin kepada Investor Daily, Rabu (3/3).

Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, Gubernur Anies memberikan beberapa instruksi. Anies memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi. Selain itu, kendaraan pribadi berusia 10 tahun lebih akan dilarang beroperasi di DKI Jakarta pada 2025. Anies juga menginstruksikan supaya tidak ada lagi angkutan umum berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emisi yang beroperasi di jalan.

Bebin mengatakan, sejauh ini belum mengetahui bagaimana DKI Jakarta mengaplikasikan instruksi tersebut, terutama jika mobil berusia di atas 10 tahun berasal dari luar daerah dan akan memasuki DKI Jakarta. Dia khawatir instruksi tersebut akan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi, dengan membiarkan kendaraan di atas usia 10 tahun untuk tetap beroperasi selama membayar sejumlah uang.

Bebin melanjutkan, kalau Jakarta ingin membatasi polusi udara, pemerintah bisa memulai dengan membenahi transportasi umum. Dia menyarankan supaya semua transportasi umum di DKI Jakarta diganti dengan kendaraan listrik. Menurut dia, uji kelayakan kendaraan listrik lebih mudah dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.

Dia mengatakan negara seperti Tiongkok sudah mengganti transportasi publiknya dengan kendaraan listrik. Polusi udara di negara itu bisa dikurangi.

Sementara itu, untuk mengurangi kemacetan, Bebin meminta pemerintah tidak beralasan pertumbuhan kendaraan pribadi lebih cepat dari pertumbuhan pembangunan jalan. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta mesti terus berinisiatif dalam mengatur kemacetan, misalnya, dengan membangun jalan layang maupun bypass.

“Kalau dikatakan pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan penambahan jalan, tidak tepat juga. Sebab, di Tokyo, Jepang, jalan di tengah kota dibuat susun. Terobosan-terobosan seperti itu tidak ada habisnya,” ucap Bebin. 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN