Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo) menargetkan sebanyak 6 juta tenaga kerja di sektor konstruksi dapat tersertifikasi.

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo) menargetkan sebanyak 6 juta tenaga kerja di sektor konstruksi dapat tersertifikasi.

LSP Hatsindo Targetkan 6 Juta Tenaga Konstruksi Tersertifikasi

Senin, 12 April 2021 | 21:11 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo) menargetkan sebanyak 6 juta tenaga kerja di sektor konstruksi dapat tersertifikasi. Hal ini diperlukan agar mereka dapat memasuki pasar tenaga kerja dan mampu bersaing secara internasional.

“Di tahun 2021 ini pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat. LSP Hatsindo memberikan pelayanan dalam hal pengurusan sertifikasi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi,” kata anggota pengarah LSP Hatsindo Ferdaus Ardyansyah Purnomo dalam acara Grand Launching LSP Hatsindo Indonesia Teknik di Jakarta.

Menurut dia, jumlah jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia sangat besar, namun yang tersertifikasi kurang dari 1 juta orang. "Dengan kata lain dapat dikatakan, masih banyak tenaga kerja konstruksi yang tidak memiliki sertifikat," kata Ferdaus Ardyansyah Purnomo.

Padahal, sesuai dengan ketentuan yang ada, untuk bisa masuk ke pasar tenaga kerja, mereka terlebih dahulu harus mengantungi sertifikasi keahlian. Selain itu, sertifikat menjadi acuan standar pekerja yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara profesional maupun moral.

"Dengan adanya sertifikasi, kemungkinan adanya bangunan yang mudah roboh atau kualitas kerja yang buruk bisa ditekan," ucap Ferdaus.

Adapun untuk tenaga kerja asing yang boleh kerja di Indonesia, sertifikat mereka di level tenaga ahli, dengan catatan harus melakukan transfer ilmu pengetahuan.

Sebaliknya, tenaga kerja Indonesia yang sudah tersertifikasi bisa mencari pekerjaan hingga ke luar negeri, karena sertifikat yang dimiliki berlaku di luar negeri. LSP Hatsindo memberikan sertifikat didampingi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

"Keberadaan sertifikat ini juga diperuntukkan untuk tenaga asing yang bekerja di Indonesia. Kalau belum ada sertifikatnya, kita sertifikasi dulu," ujar Ferdaus

Hatsindo merupakan salah satu wadah organisasi yang memiliki tugas melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dan keahlian. Hatsindo juga berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional dengan memberi pelayanan dalam pengurusan sertifikasi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi. Asosiasi profesi ini mensertifikasi tukang, mandor hingga tenaga ahli.

 

 

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN