Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinasi lansia di Cibubur Juction 22-27 Maret 2021. Foto ilustrasi:: BSTV

Vaksinasi lansia di Cibubur Juction 22-27 Maret 2021. Foto ilustrasi:: BSTV

Masyarakat Menengah-Atas Takut Tertular

Selasa, 13 April 2021 | 11:04 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com) ,Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com) ,Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id –  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi bagi pekerja toko ritel modern, untuk mendorong kelas menengah-atas berbelanja. Pasalnya, sebanyak 75% karyawan toko ritel modern merupakan pekerja di toko, dan sisanya bekerja di kantor.

“Karyawan yang bekerja di toko ini akan berhadapan dengan pelanggan setiap hari. Kami sudah sampaikan surat ke pemerintah, tapi belum ada vaksinasi karena tidak menjadi sektor prioritas,” kata Roy.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Foto: IST
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. Foto: IST

Roy menjelaskan lebih lanjut, masyarakat terutama kalangan menengah ke atas yang masih memiliki daya beli di tengah pandemi cenderung menahan belanja di toko ritel modern, karena khawatir tertular pandemi Covid-19.

Namun, bila pemerintah melakukan vaksinasi kepada karyawan toko ritel modern, masyarakat akan lebih nyaman berbelanja di toko ritel.

Roy juga meminta pemerintah mengalokasikan dana PEN untuk ritel modern. Sampai saat ini, industri ritel modern masih belum menjadi prioritas program pemerintah itu. Padahal, sejak Januari sampai Maret 2021, rata-rata dua toko ritel modern tutup setiap hari, sehingga sekitar 90 toko modern sudah tutup sepanjang kuartal I-2021.

“Kalau tahun lalu sekitar 4 sampai 5 toko tutup setiap hari, kalau sekarang rata-rata 2 toko tutup setiap hari. Ini semestinya menjadi perhatian pemerintah, karena dengan tutup toko akan ada PHK tenaga kerja, menurunkan daya beli, karena karyawan yang di-PHK akan kehilangan daya beli.

Selain itu, bila ditutup, tidak ada pajak yang dihasilkan dari toko yang ditutup, PPN (pajak pertambahan nilai) atau PAD (pendapatan asli daerah) hilang,” ucap dia.

PC-PEN Naik

Menurut keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya, tahun ini, anggaran PC-PEN meningkat 22% menjadi Rp 699,43 triliun, dibanding realisasi tahun lalu sekitar Rp 579,8 triliun.

Program vaksinasi terus diakselerasi
Program vaksinasi terus diakselerasi

Dana untuk bidang kesehatan tercatat sebesar Rp 176,30 triliun, dukungan sosial sebesar Rp 157,41 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp 184,83 triliun, insentif usaha sebesar Rp 58,46 triliun serta Rp 122,44 triliun untuk dukungan program prioritas. Lima program tersebut diarahkan untuk menjadi game changer di tahun 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

“Pada tahun 2021, kerangka pemulihan ekonomi terpusat pada tiga hal. Yang pertama, intervensi kesehatan melalui vaksinasi gratis dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19. Kedua, survival and recovery kit untuk menjaga kesinambungan bisnis. Ketiga, reformasi struktural melalui UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja,” ujar Sri Mulyani.

APBN 2021 didesain untuk terus mendukung ekonomi
APBN 2021 didesain untuk terus mendukung ekonomi

Menkeu mengatakan, APBN juga didesain sebagai upaya untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah, OJK, dan BI saling mendukung untuk mendorong pemulihan ekonomi yang terpukul pandemi Covid-19, yang kemudian diikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meredam penularan virus corona baru ini.

Pembentukan lembaga pengelola investasi
Pembentukan lembaga pengelola investasi

“Kami saling mendukung, karena tidak semua policy bisa dilakukan pemerintah, kadang-kadang melalui saluran yang tempatnya di sektor keuangan, di mana kemudian OJK memberikan bantuan, atau BI dari sisi sektor moneter. Dengan kerja bersama ini, kita bisa menahan ekonomi yang kontraksinya sangat dalam dari -5,3% kuartal II-2020 menjadi -2,19% di kuartal IV-2020. Kita berharap di tahun 2021 akselerasi terjadi,” kata Menkeu.

Anggaran sektor kesehatan naik
Anggaran sektor kesehatan naik

Pada kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan di kisaran -1% sampai -0,1%. Namun, kata Sri Mulyani sebelumnya, ekonomi RI bisa tumbuh hingga 7% year on year (yoy) pada kuartal II-2021, seiring dengan momentum membaiknya kegiatan ekonomi yang terus berjalan. Sedangkan untuk tahun 2021, ditargetkan tumbuh positif di kisaran 4,5-5,3%. (leo/lov/git/jm/en)

Baca juga

https://investor.id/business/pengusaha-minta-pemerintah-percepat-tiga-game-changer

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN