Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi penawaran. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi penawaran. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Meningkat! Penawaran Lelang SUN Capai Rp 84,8 Triliun

Selasa, 18 Januari 2022 | 23:04 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Direktorat Jenderal Pembiayaan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan Rp 25 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (18/1). Dalam lelang tersebut, jumlah penawaran yang masuk (incoming bids) mencapai Rp 84,84 triliun.

Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, lelang masih dipengaruhi oleh sikap yang cenderung hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat terkait perkembangan ekonomi dan inflasi AS, serta adanya ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih cepat. Namun, di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, lelang SUN pada hari ini mendapat respons yang sangat baik dari para pelaku pasar.

“Hal itu tercermin dari meningkatnya incoming bids dari lelang sebelumnya sebesar Rp 77,58 triliun menjadi Rp 84,84 triliun. Bids to cover ratio pada lelang kali ini juga meningkat dari 3,10 kali di lelang sebelumnya menjadi 3,39 kali,” ucap Deni dalam keterangan resmi, Selasa (18/1).

Baca juga: BI Tetap Komit Membeli Langsung SBN 

Seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03220420 (new issuance), SPN12230105 (reopening), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening). Deni mengatakan, fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 34,90% dari total incoming bids.

“Terdapat peningkatan incoming bids pada tenor 20 tahun sebesar 3,15 kali yaitu dari Rp 4,83 triliun pada lelang sebelumnya menjadi sebesar Rp 15,16 triliun yang merupakan incoming bids tertinggi pada lelang kali ini,” ucapnya.

Dalam lelang SUN tersebut masih didominasi oleh investor domestik yang mencapai 85,42% dari incoming bids. Sementara itu, partisipasi investor asing sebesar Rp 12,37 triliun atau 14,58% dari total incoming bids. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan lelang sebelumnya sebesar 12,77%. Sedangkan total yang dimenangkan sebesar Rp 1,53 triliun atau 12,38%, dengan mayoritas dari tenor 10 tahun.

Baca juga: Untuk Biayai APBN 2021, BI Telah Membeli SBN Rp 142,74 Triliun

Yield rata-rata tertimbang (Weighted Average Yield/WAY) pada lelang SUN secara umum dinilai sangat kompetitif dibandingkan dengan level pasar pada penutupan hari sebelumnya. Level yield pada lelang kali ini tercatat mixed.

“Penurunan terbesar terdapat pada tenor 20 tahun yang mencapai 6 bps dan tenor 5 tahun sebesar 4 basis poin. Di sisi lain, untuk SUN tenor 10, 15 dan 30 tahun terdapat kenaikan yield sebesar 1 hingga 4 basis poin,” ungkapnya.

Deni menuturkan, dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2022, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 25 triliun. “Sesuai dengan kalender penerbitan SBN tahun 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada 2 Februari 2022,” ujar Deni.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN