Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani. Foto: IST

Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu: Pemilu AS Tak Pengaruhi Ekonomi RI

Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:49 WIB
Triyan Pangastuti

Jakarta, investor.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dampak ketidakpastian dari pemilu Presiden AS tidak akan mempengaruhi perekonomian nasional dan pasar keuangan domestik. Hal ini karena pasar sudah melakukan price in atas dinamika yang terjadi di AS dan geopolitik dunia.

Karena itu, Menkeu meyakini Indonesia terus menjaga momentum pemulihan ekonomi. “Untuk sisi politik, saya rasa dari sisi pasar keuangan sudah price in dinamika yang terjadi di AS dan saya rasa itu akan terus menjadi dinamika dari keseluruhan geopolitik di dunia ini yang menjadi faktor menentukan untuk keseluruhan momentum dan sentimen positif," ujar dia dalam Konferensi Pers KSSK, Selasa (28/10).

Oleh karena itu, Sri Mulyani meyakini keseluruhan negara emerging market termasuk Indonesia akan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi, sehingga kontrkasi ekonomi dapat terus diminimalkan dengan terus memastikan stabilitas sistem keuangan tetsskap terjaga. “Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) bisa tetap kita jaga dan pengendalian Covid-19 tetap sesuai yang dilakukan selama ini maka Indonesia bisa menjadi emerging country yang memiliki reputasi baik,” jelas Menkeu.

Dengan stabilita sistem keuangan yang terjaga dan penyebaran Covid-19 yang mulai terkendali, Menkeu berharap Indonesia dapat menjadi negara terdepan yang mendapatkan dorongan aliran modal asing masuk yang deras ke pasar keuangan domestik. Bahkan, di beberapa indikator secara internasional dari sisi jumlah kasus positif Covid-19 dan jumlah kasus yang sembuh semua sudah relatif terus diperbaiki.

Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan reformasi di sektor pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, dan omnibus law cipta kerja. Hal ini akan menimbulkan confidence terhadap citra bahwa Indonesia tetap fokus menjaga dan membangun fondasi ekonomi nasional, sehingga diharapkan momentum juga meningkat.

Kendati demikian, Sri Mulyani tak memungkiri ada faktor eksternal berdampak besar bagi perekonomian Indonesia yakni jumlah penambahan positif Covid-19 di Negeri Paman Sam dan Eropa. Sebab, negara-negara tersebut bisa kembali menerapkan lockdown. Hal ini memunculkan mengenai control ability dan kemungkinan munculnya second wave. "Sebetulnya yang lebih memberikan sentimen saat ini adalah mengenai kenaikan jumlah Covid-19 di AS dan Eropa yang menyebabkan banyak negara melakukan pengetatan pembatasan kembali," tutur Menkeu.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN