Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menkeu: PMI Meningkat Tapi Masih Harus Waspada

Selasa, 1 Desember 2020 | 23:52 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia meningkat di November 2020 di level 50,6 atau naik 3 poin dari bulan Oktober di level 47,8. Perbaikan ini menandakan kinerja industri manufaktur mulai bergeliat atau fase ekspansi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, semua negara mengalami tekanan dalam akibat dampak pandemi Covid-19 yang mempengaruhi sisi permintaan, dikarenakan masyarakat harus melakukan pembatasan sosial.

“Jadi demand side itu menjadi sangat tergantung dari Covid. Ini perlu untuk menjadi perhatian kita," tuturnya dalam konferensi pers Selasa (1/12).

Hal ini bahkan masih terjadi di negara Eropa dan Amerika Serikat yang terjadi gelombang kedua di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

"Karena masyarakat harus mengalami pembatasan sosial. Seperti terjadi sekarang di AS, Eropa dan negara Asia pun selalu bergulat. Namun gimana dia bisa tetap kembalikan kegiatan sosial ekonomi tanpa memperburuk kenaikan Covid," ujar Menkeu.

Suahasil Nazara. Foto: IST.
Suahasil Nazara. Foto: IST.

Sementara itu,  Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan peningkatan PMI Indonesia ke level 50 menandakan industri dalam negeri sudah mulai berekspansi kembali meski masih relatif terbatas.

Dengan begitu, harapannya dapat  berdampak besar bagi perekonomian nasional di kuartal IV-2020.

"Kita harap secara gradual, ekspansi industri jadi basis yang baik bagi pemulihan ekonomi berkelanjutan. Kita harap pemulihan ajeg, pelan-pelan tapi pasti dan dikombinasikan dengan protokol kesehatan sehingga ekspansi ekonomi bisa berlangsung baik tanpa disertai Covid terlalu tinggi," tutur Suahasil.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN