Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah mencampurkan energi terbarukan ke dalam minyak solar mencapai 30% melalui Biodiesel B30.

Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah mencampurkan energi terbarukan ke dalam minyak solar mencapai 30% melalui Biodiesel B30.

Menkeu: Tingkatkan Hilirisasi

Kamis, 2 Desember 2021 | 11:09 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com) ,Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id) ,Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id) ,Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id  –   Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, penggunaan biodiesel dari sawit dilakukan Indonesia sejak sekitar 2015. Hingga saat ini, lanjut dia, tercatat penggunaannya sudah mencapai 31,4 juta kilo liter.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa hilirisasi sawit sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah ekspor, mengingat komoditas ini menjadi andalan ekspor Indonesia.

“Semakin meningkat hilirisasi, nilai tambahnya semakin besar, sehingga jika diekspor pastinya mendatangkan devisa yang lebih besar, yang bisa dipergunakan bagi kesejahteraan Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam acara  . “17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook (IPOC 2021)”, Rabu (1/12).    

Menteri Keuangan
Menteri Keuangan

Ia menilai komoditas sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai bahan baku industri dan diolah untuk menjadi berbagai macam produk-produk industri. Hanya saja, menurut dia, hilirisasi produk kelapa sawit Indonesia belum berkembang optimal.

“Kami juga meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk mendorong peningkatan produktivitas petani sawit mandiri. Kami juga mencatat, jumlah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam sektor perkebunan ini, sebagai petani, sebanyak 4,2 juta orang. Sedangkan sebanyak 12 juta tenaga kerja terlibat secara tidak langsung dengan produk kelapa sawit,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengungkapkan, sebagian besar perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani mandiri yang lahannya terbatas, dan produktivitasnya lebih rendah dibandingkan perusahaan sawit swasta besar.

“Ini tugas BPDPKS untuk membantu petani mandiri dari sisi replanting dan produktivitas sawit per hektare, sehingga bisa meningkat kesejahteraan petani sawit. Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor ini sebanyak US$ 21,4 miliar, atau lebih dari 14% dari total penerimaan devisa ekspor nonmigas. Lalu, Indonesia juga menggunakan sawit untuk mengatasi ketergantungan pada impor minyak melalui program biodiesel,” katanya.

Menko Perekonomian
Menko Perekonomian

Sedangkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan minyak sawit berperan besar dalam membantu pemulihan ekonomi. Indonesia mampu menjadi negara produsen minyak sawit terbesar dan menguasai sekitar 55% pangsa pasar minyak sawit dunia. (es/en)

Baca lengkap di epaper Investor Daily

https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN