Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menkeu Ungkap 5 Elemen Cegah Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Rabu, 18 November 2020 | 14:13 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perpaduan lima elemen yang efektif untuk mencegah korupsi dalam pengelolaan keuangan negara. Kelima elemen tersebut yaitu, sumber daya manusia, edukasi tugas dan fungsi, pengawasan, kebijakan, serta teknologi informasi.

“Kita semua tahu bahwa mencegah korupsi di dalam pengelolaan keuangan negara memerlukan seluruh elemen tersebut,” kata Menkeu dalam acara Anti Corruption Summit-4 2020 di Jakarta, Rabu (18/11).

Elemen pertama yang berupa sumber daya manusia, terang dia, mencakup internalisasi nilai-nilai positif yang dimiliki oleh setiap unit kerja, seperti iProSPeK yang merupakan nilai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Internalisasi mengenai kode etik dan peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta melaksanakan tugas dan fungsi sesuai standard operating procedure. Bagaimana kita menginternalisasi nilai-nilai yang positif, tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan integritas itu disusun dengan standard operating procedure dengan aturan yang terus-menerus harus di-review,” tutur dia.

Untuk elemen kedua terkait edukasi tugas dan fungsi, lanjut dia, Kementerian Keuangan melakukan sosialisasi mengenai peraturan-peraturan terkait pengelolaan keuangan negara serta memberikan asistensi teknis kepada para pelaksana kegiatan dan pengelola keuangan.

Selain itu, kata dia, juga diadakan olimpiade APBN dan lomba pembuatan video sampai ke level sekolah menengah pertama (SMP), serta melakukan kegiatan Kemenkeu mengajar bagi siswa SD dalam rangka mengenalkan konsep keuangan negara.

“Kita juga perlu melakukan edukasi tentang tugas dan fungsi keuangan negara. Kami melakukan edukasi secara luar biasa melalui berbagai saluran media, baik TV, koran, dan media sosial,” terang dia.

Selanjutnya, kata Menkeu, pengawasan yang dilakukan dari tingkat paling bawah, yaitu pelaksana kegiatan sampai pimpinan kementerian/lembaga (K/L) atau pemerintah daerah. Elemen pengawasan ini juga dilakukan oleh APIP K/L atau pemerintah daerah seperti BPKP atau inspektorat, BPK, APH, hingga KPK.

Menkeu mengungkapkan, elemen keempat adalah kebijakan, yakni meliputi relaksasi proses bisnis disertai dengan pengendalian yang memadai, serta penyusunan mitigasi risiko atas proses bisnis yang memiliki risiko tinggi terhadap korupsi. Selain itu, juga harus dilakukan diskusi dan sosialisasi untuk memberikan confidence.

“Kebijakan-kebijakan yang dibuat, harus bisa dijelaskan implementasinya, dasar asumsinya, dan tujuannya. Ini untuk memberikan confidence dan terus menerus menjaga amanah,” tegas dia.

Menkeu menerangkan, untuk elemen terakhir terkait teknologi informasi, yaitu dengan mendorong pelaksanaan transaksi nontunai serta melakukan inovasi untuk meningkatkan keamanan dalam melakukan transaksi.

“Berbagai transaksi dilakukan menggunakan digital dalam rangka untuk mengurangi kemungkinan kebocoran atau korupsi,” ujar Menkeu.

Meski pemerintah telah mengefektifkan fungsi lima elemen untuk mencegah terjadinya korupsi dalam keuangan negara, dia tidak menampik kenyataan bahwa masih saja ada orang-orang yang tergiur untuk melakukan tindakan tidak terpuji seperti korupsi.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN