Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Minyak Kelapa Sawit Berkontribusi Hingga 54% ke Neraca Perdagangan Juni 2022

Jumat, 15 Juli 2022 | 14:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) menjadi penopang neraca perdagangan domestik. Pada Juni 2022 minyak kelapa sawit berkontribusi hingga 54% terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia.

“Minyak kelapa sawit ini di bulan Juni 2022 memberikan kontribusi 54% terhadap struktur terhadap perdagangan,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Jumat (15/7).

Pada Juni 2022, komoditas minyak kelapa sawit mengalami peningkatan ekspor sebesar 862,66% atau setara dengan US$2,46 miliar. Bila dilihat menurut tujuan utama maka kenaikan terbesar terjadi pada Pakistan. Ekspor pada Mei 2022 ekspor minyak kelapa sawit sebesar US$ 21,89 juta. Lalu pada Juni 2022 ekspor kelapa sawit meningkat 1.958,89% jadi US$ 450,63 juta.

Baca juga: Anjlok Tiga Hari berturut-turut, Harga CPO Terperosok Dalam

Kedua yaitu dengan Tiongkok meningkat 291,1% dari posisi Mei 2022 sebesar US$ 80,38 juta menjadi US$ 314,38 juta pada Juni 2022. Berikutnya nilai ekspor minyak kelapa sawit ke India pada Juni 2022 sebesar Ketiga yaitu US$ 270,57 juta. Diikuti nilai ekspor minyak kelapa sawit ke Bangladesh pada Juni 2022 sebesar US$ 160,65 juta.

Bila dilihat menurut provinsi penghasil, terjadi kenaikan ekspor minyak kelapa sawit. Pertama dengan Riau terjadi kenaikan 1.064,5% dari posisi Mei 2022 yang sebesar US$ 84,41 juta menjadi US$ 982,95 juta pada Juni 2022.

Baca juga: Saham CPO, Bagaimana Nasibnya?

Kedua yaitu di Sumatera Utara terjadi kenaikan ekspor minyak kelapa sawit sebesar 706,83% dari posisi Mei 2022 sebesar US$ 52,52 juta menjadi US$ 423,75 juta pada Juni 2022.

Ketiga yaitu di Kalimantan Timur terjadi kenaikan ekspor minyak kelapa sawit sebesar 383,15% dari posisi Mei 2022 sebesar US$ 11,35 juta menjadi US$ 383,15 juta pada Juni 2022. Keempat yaitu di Sumatera Barat terjadi kenaikan ekspor minyak kelapa sawit sebesar 1.110,11% dari posisi Mei 2022 sebesar US$ 19,02 juta menjadi US$ 230,13 juta pada Juni 2022.

“Jadi minyak kelapa sawit memang terkonsentrasi di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sumatera Barat,” tutur Margo.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com