Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pompa minyak angguk di daerah Signal Hill, California, AS. (Foto: Mario Tama/Getty Images/AFP)

Pompa minyak angguk di daerah Signal Hill, California, AS. (Foto: Mario Tama/Getty Images/AFP)

Minyak Naik Tipis, Meski Covid Melonjak di India

Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:50 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik dari penurunan sehari sebelumnya. Meski kasus Covid India melonjak, minyak dalam seminggu ini tercatat naik di atas 1%, ditopang optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, pada perdagangan akhir pekan menguat 19 sen atau 0,3% menjadi US$ 68,28per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik 19 sen atau 0,3% menjadi US$ 64,90 per barel.

Kedua acuan harga minyak naik lebih dari 1% pada minggu ini, kenaikan mingguan kedua berturut-turut, karena pelonggaran pembatasan di AS dan Eropa, pemulihan operasi pabrik dan vaksinasi Virus Corona membuka jalan bagi kebangkitan permintaan bahan bakar.

“Harga minyak mungkin masih memiliki minggu kedua berturut-turut yang positif. Prospek jangka pendek minyak tetap sangat beragam," kata Anaalis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

Di Tiongkok, data menunjukkan pertumbuhan ekspor meningkat secara tak terduga pada April, sementara survei swasta menunjukkan ekspansi yang kuat dalam aktivitas sektor jasa.

Namun impor minyak mentah oleh pembeli terbesar dunia itu turun 0,2% pada April dari setahun sebelumnya menjadi 40,36 juta ton, atau 9,82 juta barel per hari (bph), terendah sejak Desember.

Namun pemulihan permintaan minyak tidak merata karena melonjaknya kasus Covid-19 di India mengurangi konsumsi bahan bakar di negara importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia tersebut.

India pada Jumat (7/5/2021) melaporkan rekor kenaikan harian dalam kasus Covid-19 sebanyak 414.188, sementara kematian membengkak 3.915, menurut data Kementerian Kesehatan.

"Brent hampir menembus US$ 70 per barel minggu ini tetapi gagal pada rintangan terakhir ketika ketidakpastian permintaan menyeret harga," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Kebangkitan COVID-19 di negara-negara seperti India, Jepang, dan Thailand, menghambat pemulihan permintaan bensin, kata konsultan energi FGE dalam catatan kliennya, meskipun beberapa permintaan yang hilang telah diimbangi oleh negara-negara seperti Tiongkok, di mana perjalanan liburan Hari Buruh baru-baru ini melampaui level 2019.

"Permintaan bensin di AS dan sebagian Eropa relatif baik," kata FGE.

Di Amerika Serikat, pertumbuhan pekerjaan secara tak terduga melambat pada April, kemungkinan tertahan oleh kekurangan pekerja yang membuat bisnis berebut untuk memenuhi permintaan yang melonjak saat ekonomi dibuka kembali.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN