Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Moeldoko. Foto: IST

Moeldoko. Foto: IST

Moeldoko: UU Cipta Kerja Berikan Peluang bagi UMKM Berkembang

Jumat, 9 Oktober 2020 | 16:52 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengungkapkan bahwa Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja yang baru disahkan DPR, Senin (5/10) dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang.

Ia mengatakan bahwa selain kemudahan perizinan, dalam UU Cipta Kerja pemerintah juga memberikan dukungan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan klaster, penyediaan lahan, aspek produksi, infrastruktur, pemasaran, digitalisasi, kemitraan, kemudahan fasilitas pembiayaan fiskal, insentif pajak, kemudahan impor, hingga jaminan kredit.

“Dengan berbagai upaya, maka pemerintah berharap UMKM tidak hanya mampu survive atau selamat dari Covid tapi UMKM mampu bangkit menjadi lebih kuat di masa yang akan datang,” tuturnya dalam High Level Seminar: Peran Serta Pengusaha Nahdliyin dalam Revitalisasi Ekonomi Nasional, Jakarta, Jumat (9/10).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa UMKM memiliki peranan sangat penting bagi ekonomi Indonesia karena berkontribusi 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) , terlebih UMKM juga memiliki peran untuk menyerap tenaga kerja lebih besar hampir 97%.

“UMKM merupakan penyerap tenaga kerja cukup besar 97% dari total tenaga kerja di Indonesia berada di UMKM, dengan kata lain sebagian besar Rakyat Indonesia mengandalkan penghasilan hidup dari pelaku UMKM dan bahkan dari kegiatan pekerja,” paparnya.

Dengan begitu, ia mengingatkan bahwa peranan UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata dalam perekonomian, meski begitu tidak dapat dimungkiri bahwa UMKM memiliki berbagai tantangan dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, untuk mengurangi beban bagi pelaku UMKM, dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah hadir dengan mengalokasikan anggaran Rp 123,46 triliun diantaranya untuk program penempatan dana, subsidi bunga, PPh Final UMKM DTP dan program lainnya. Hal ini sebagai bentuk dorongan bagi UMKM agar roda perekonomian dapat terus bergerak.

“Di tengah kesulitan pasti ada kesempatan dan jeli menangkap peluang menjadi modal dasar untuk dapat menciptakan inovasi sehingga dapat bertahan di era pandemi ini,” kata Moeldoko.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN