Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang sepi dari lintasan kendaraan, berbanding terbalik dengan tol Cikampek di bawahnya yang padat merayap kendaraan saat diberlakukannnya kebijakan larangan mudik di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Mudik Dilarang, Penumpang di Seluruh Moda Transportasi Turun Drastis

Sabtu, 8 Mei 2021 | 05:12 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   - Kebijakan peniadaan mudik Lebaran telah resmi berlaku pada 6 Mei 2021. Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebut jumlah pergerakan transportasi dan penumpang di hari pertama masa larangan pengoperasian transportasi untuk mudik cukup terkendali.

“Berdasarkan hasil pemantauan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, jumlah pergerakan transportasi dan penumpang baik di transportasi darat, laut, dan udara, dan kereta api menurun cukup signifikan dibanding sebelum masa larangan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan resminya, Jumat (7/5/2021).

Jubir Kemenhub Adita Irawati. Sumber: BSTV
Jubir Kemenhub Adita Irawati. Sumber: BSTV

Di transportasi darat, penumpang angkutan darat (bus) mencapai total 10.644 orang atau turun sekitar 75% dibandingkan hari biasa. Sedangkan volume lalu lintas harian (motor, mobil penumpang, dan mobil besar) yang menggunakan jalan nasional non-tol ke arah keluar Jabodetabek mencapai lebih dari 68.000 kendaraan atau turun sekitar 48% dibandingkan hari biasa. 

Selanjutnya di transportasi udara, dari 12 bandara pemantau, tercatat sebanyak 270 flight keberangkatan atau turun 82,7% dari hari biasa. Sedangkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan keberangkatan mencapai sekitar 3.856 orang  atau  turun sekitar 96,2% dibanding hari biasa.

Di transportasi kereta api, pergerakan penumpang mencapai 17.220 orang penumpang, turun 71% dari jumlah penumpang sehari sebelumnya. Jika dibanding dengan rata-rata penumpang dari 22 April-5 Mei, jumlah penumpang kereta api pada Kamis kemarin turun 63%.

Sementara di transportasi laut, untuk pelabuhan antarpulau, terdapat 2.048 orang penumpang atau turun 88% dibandingkan hari biasa  dari 51 pelabuhan yang dipantau.

“Penurunan volume penumpang yang cukup signifikan di semua moda transportasi ini bisa diindikasikan, pertama, masyarakat telah melakukan perjalanan lebih dulu di masa Pra Peniadaan Mudik, atau kedua, tingkat kepatuhan masyarakat yang meningkat terhadap peraturan peniadaan mudik di tahun 2021,” tutur Adita.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN