Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Musim Mas Antarkan Lebih dari 1.200 Petani Swadaya Raih Sertifikasi ISPO

Selasa, 30 November 2021 | 17:55 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Perusahaan sawit PT Musim Mas berhasil mengantarkan lebih dari 1.200 petani swadaya melalui Program Petani Sawit Musim Mas menjadi yang pertama di Indonesia meraih sertifikasi berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 38 Tahun 2020 tentang Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Perkebunan petani sawit ini secara kolektif mencakup lebih dari 2.700 hektar lahan, mewakili lebih dari 20% dari total 12.600 hektar lahan bersertifikat ISPO berdasarkan peraturan baru. Mereka mewakili kelompok petani swadaya terbesar yang mendapatkan sertifikasi di bawah standar baru.

Petani sawit yang mengikuti program ini adalah bagian dari tiga asosiasi petani – Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Labuhanbatu (APSKS LB), Perkumpulan Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Rokan Hulu (PPSKS Rohul), dan Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Pelalawan Siak (APSKS PS), yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara dan Riau. Musim Mas berperan sebagai fasilitator dalam asosiasi petani.

Ilustrasi kebun sawit
Ilustrasi kebun sawit

Sejak 2011, standar ISPO Indonesia memastikan bahwa produk minyak sawit Indonesia dapat menembus pasar global dan mendukung pencapaian komitmen petani sawit Indonesia. Sertifikasi juga menguntungkan petani dengan mendorong praktik berkelanjutan, memastikan legalitas lahan yang dimiliki, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan setempat. Sejak saat itu, skema sertifikasi ditingkatkan melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 11 Tahun 2015 dan terakhir dengan Peraturan No. 38 Tahun 2020 (ISPO 38/2020), yang bertujuan untuk memperluas area bersertifikat dan terus meningkatkan kualitas sertifikasi.

Sertifikasi ISPO akan diwajibkan bagi semua perusahaan kelapa sawit di Indonesia, termasuk petani sawit pada tahun 2025. Selain itu, ISPO 38/2020 memperluas perlindungan hutan, dari hutan primer menjadi hutan secara umum.

Petani sawit menghadapi tantangan yang kompleks dan saling terkait seputar hasil panen, pengelolaan perkebunan, kepemilikan tanah, akses keuangan, akses pasar, dan skala ekonomi. Untuk berkontribusi terhadap mata pencaharian dan kemajuan industri, Musim Mas telah mengembangkan dan menerapkan program untuk mengintegrasikan petani swadaya ke dalam rantai pasokan minyak sawit sejak tahun 2015.

Ilustrasi Petani Sawit
Ilustrasi Petani Sawit

Musim Mas melibatkan dan membantu petani sawit dalam memenuhi standar pertanian efisien yang sama dengan perkebunan industri dan menyelesaikan modul program yang mencakup komitmen agronomi dan NDPE, sehingga memberdayakan mereka untuk memproduksi secara berkelanjutan. Untuk membantu petani sawit dalam hal akses keuangan dan sertifikat tanah yang sah, program petani sawit International Finance Corporation (IFC) - Musim Mas juga didirikan pada 2015.

Akses untuk pembiayaan berpotensi membantu petani untuk menggantikan kelapa sawit yang menua, beralih ke benih yang lebih berkualitas, membeli pupuk, atau untuk mendapatkan sertifikasi yang relevan. Pada tahun 2020, lebih dari 32.100 petani sawit telah dilibatkan, di antaranya 14% memasok langsung ke Musim Mas. 86% petani sisanya memiliki akses dan manfaat yang sama dari program ini.

Rob Nicholls, General Manager of Programs and Projects Musim Mas  dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/11/2021) menyatakan Musim Mas berkomitmen kuat untuk meningkatkan taraf hidup pekebun swadaya dan produksi minyak sawit berkelanjutan. Sebagai pemain inti dalam industri kelapa sawit Indonesia, Musim Mas senang dapat mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan sertifikasi ISPO dengan menjangkau petani swadaya.

“Kami juga akan terus memperluas program kami untuk petani sawit. Melalui kegiatan ini, kami bertujuan untuk memberdayakan mereka dengan keterampilan teknologi, praktik pertanian berkelanjutan, dan membantu mereka berintegrasi ke dalam rantai pasokan dan pasar minyak sawit berkelanjutan,” kata Rob.

Dedi Junaedi, Ketua Sekretariat Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Wakil Ketua Sekretariat Komite  ISPO
Dedi Junaedi, Ketua Sekretariat Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Wakil Ketua Sekretariat Komite ISPO

Dedi Junaedi, Ketua Sekretariat Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Wakil Ketua Sekretariat Komite  ISPO, menyatakan atas nama Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sangat mengapresiasi upaya Musim Mas.

“Semoga pencapaian Musim Mas dan mitranya dapat memotivasi & menginspirasi koperasi/asosiasi pekebun sawit swadaya lainnya untuk berpartisipasi dalam program sertifikasi ISPO, yang juga merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019 - 2024 (RAN-KSB),” ujar Dedi Junaedi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN