Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri mamin. Foto ilustrasi: IST

Industri mamin. Foto ilustrasi: IST

New Normal, Ekspor Mamin Masih Hadapi Tantangan

Selasa, 4 Agustus 2020 | 19:44 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Kementerian Perdagangan (Kemendagri) mengatakan masih terdapat sejumlah tantangan ekspor makanan dan minuman di tengah normal baru atau new normal.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Olvy Andrianita, mengatakan di tengah normal baru, negara tujuan ekspor mamin semakin memperketat persyaratan bagi produk yang akan memasuki pasar mereka. Karena itu, dia meminta eksportir memperhatikan keamanan mamin yang hendak diekspor, serta regulasi terbaru yang dibuat pemerintah negara tujuan.

“Selain itu, adanya kebijakan lockdown di berbagai negara dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia juga memberikan dampak kepada industri makanan dan minuman. Salah satunya dalam hal logistik dan distribusi produk, perubahan pola perdagangan global kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif selama pandemi dan ancaman resesi ekonomi global,” kata Olvy dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (4/8).

Menurut Olvy, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong ekspor mamin di tengah pandemi Covid-19. Kemendag antara lain membantu eksportir memetakan pasar ekspor yang sesuai dan memfasilitasi perbaikan desain produk mereka.

“Peningkatan daya saing produk juga harus dilakukan, seperti fasilitasi penguatan desain, antara lain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) dan Good Design Indonesia (GDI) yang terkoneksi dengan G-Mark Jepang, Designer Dispatch Service (DDS), Klinik Konsultasi Desain di IDDC, fasilitasi sertifikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual,” kata Olvy.

Menurut dia, saat ini ekspor produk mamin yang bersertifikat, produk mamin organik, dan produk mamin yang telah memiliki indikasi geografis atau penanda daerah asal cenderung meningkat.

Selain itu, ekspor produk mamin yang telah memiliki label halal juga semakin meningkat karena jumlah penduduk muslim terus bertambah dan menyebar di seluruh dunia.

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan Muhri, mengatakan bahwa eksportir produk mamin dapat memanfaatkan perubahan perilaku konsumen dengan cara memproses lagi atau melakukan hilirisasi bagi produk mereka.

Menurut Kasan, produk mamin yang berbahan dasar coklat, rempah, kopi, dan teh berpotensi meningkat ekspornya di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, secara keseluruhan, produk mamin masih bertumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.

Kemendag mencatat, pada 2019 produk mamin Indonesia tumbuh mencapai 7,78%. Pertumbuhan tersebut lebih besar dibandingkan pertumbuhan sektor nonmigas yang sebesar 4,34%.

Sementara itu, pada kuartal I 2020, pertumbuhannya sebesar 3,94 % sedangkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,98%.

 “Produk mamin Indonesia merupakan produk yang prospektif dalam mendukung pertumbuhan di sektor perdagangan. Produk mamin sangat dibutuhkan dunia, diantaranya untuk meningkatkan imunitas dan stamina kesehatan masyarakat, terutama pada masa pandemi. Hal ini terlihat dari nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke dunia yang meningkat 2,12% pada periode Januari—Mei 2020 atau sebesar US% 1,63 miliar,” kata Kasan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN