Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR

Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR

Nilai Kontrak Penanganan Dua Jembatan Rusak di Sultra Rp 95,52 Miliar

Investor Daily, (elgor)  Rabu, 3 Juni 2020 | 16:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR. Pasalnya, kerusakan tersebut telah mengganggu kelancaran transportasi dan distribusi logistik dari dan ke Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

"Seluruh Balai Kementerian PUPR di daerah-daerah selalu siap siaga terhadap bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu apalagi saat Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Di mana, kondisi jalan dan jembatan harus kita jaga agar jalur logistik tidak terputus," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya, Rabu (3/6).

Basuki menjelaskan, bahwa dua jembatan yang rusak tersebut yaitu Jembatan Asera di Kabupaten Konawe Utara dan Jembatan Rahabangga di Kabupaten Konawe. Penanganan dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Ditjen Bina Marga.

Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR
Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR

Terkait lokasi dua jembatan tersebut BPJN XXI Yohanis Tulak Todingrara membeberkan bahwa Jembatan Asera yang berada di ruas jalan nasional Landawe-Kota Maju-Asera (arah ke batas Provinsi Sulawesi Tengah) Desa Lameuru Kabupaten Konawe Utara amblas akibat meluapnya Sungai Asera.

Sedangkan Jembatan Rahabangga berada di ruas Jalan Inowa (Unaaha) KM 74+000 Desa Uepai Kabupaten Konawe rusak akibat opritnya tergerus luapan air Bendungan Ameroro.

“Kedua jembatan tersebut akan dilakukan penggantian jembatan dengan menggunakan rangka baja dan dengan pengadaan pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun (design and build),” ujar Yohanis.

Dia menyebut, kontrak dengan metode terintegrasi rancang dan bangun merupakan metode yang paling efisien secara waktu dan biaya sebab penggantian kedua jembatan ini terbilang mendesak.

Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR
Dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu kini tengah ditangani Kementerian PUPR

Di samping itu, pekerjaan kedua jembatan ini juga menggunakan skema kontrak tahun jamak (Multiyears Contract) di mana penandatanganan kontrak dilakukan sejak 30 Desember 2019, terhitung mulai kerja (TMK) tanggal 15 Januari 2020 dan direncanakan selesai 5 September 2020. Namun, akibat Pandemi Covid-19 waktu penyelesaian pun diundur menjadi Maret 2021.

Sementara konstruksi Jembatan Asera sepanjang 150 meter dan Jembatan Rahabangga sepanjang 180 meter menggunakan fondasi tiang pancang baja yang terdapat dua pier dan dua abutment. Sedangkan rangka utamanya menggunakan baja profil.

"Nilai kontrak kedua jembatan ini mencapai Rp 95,52 miliar. Selama proses pengerjaan di lapangan, masyarakat masih dapat menggunakan jembatan yang lama (eksisting). Setelah jembatan baru terbangun, jembatan eksisting akan dibongkar," tutup Yohanis. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN