Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

November, Neraca Perdagangan Defisit US$ 1,33 Miliar

Senin, 16 Desember 2019 | 12:45 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada November 2019 mengalami defisit US$ 1,33 miliar. Hal ini disebabkan oleh ekspor yang lebih rendah senilai US$ 14,01 miliar dan total impor mencapai US$ 15,34 miliar.

“Tantangan yang dihadapi luar biasa dan kita perlu ekstra hati-hati. Karena, perekonomian melambat, juga perdagangn internaisonal melambat, sehingga permintaan menurun,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/12).

 Secara kumulatif, total ekspor Januari sampai November 2019 mencapai US$ 153,11 miliar.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas pada November 2019 terhadap Oktober 2019 terjadi pada bijih, terak, dan abu logam senilai US$ 239,6 juta (46,78%). Sedangkan peningkatan ekspor terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 131,2 juta (8,69%).

“Secara, kumulatif jka dibandingkan periode yang sama tahun lalu berarti nilai ekspor menurun 7,61%. Karena, kita masih mengalami defisit migas meskpun terjadi penurunan impor migas secara mendalam,”tambahnya.

BPS mencatat, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari– November 2019 turun 3,55% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 16,35%. Sedangkan ekspor hasil pertanian naik 3,5%.

Selanjutnya, ekspor nonmigas pada November 2019 terbesar adalah ke Tiongkok senilai US$ 2,42 miliar, disusul ke Amerika Serikat US$ 1,48 miliar, dan Jepang US$ 1,11 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 38,81%. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,14 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–November 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 27,71 miliar (18,09%), diikuti Jawa Timur US$ 17,08 miliar (11,16%), dan Kalimantan Timur US$ 15,03 miliar (9,82%).

Impor 

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada November 2019 mencapai US$ 15,34 miliar, atau naik 3,94% dibandingkan Oktober 2019. Namun, nilainya turun 9,24% jika dibandingkan November 2018.

Jumlah tersebut terdiri atas impor nonmigas mencapai US$ 13,21 miliar, atau naik 1,55% dibanding Oktober 2019. Namun, nilainya turun 5,91% jika dibandingkan November 2018.

Di lain sisi, impor migas pada November 2019 hanya mencapai US$ 2,13 miliar, atau naik 21,6% dibandingkan Oktober 2019. Nilainya turun 25,55% dibandingkan November 2018.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN