Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PJB kembangkan PLTS di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto:Istimewa

PJB kembangkan PLTS di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto:Istimewa

November, PJB Mulai Operasikan PLTS Bawean

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:49 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) berkomitmen untuk terus mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, salah satunya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pemakaian sendiri (PS) di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. PJB akan mulai mengoperasikan PLTS tersebut pada November 2021 mendatang.

Direktur Pengembangan dan Niaga PJB, Iwan Purwana, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 lebih pulau. Kebanyakan listrik di kepulauan kecil tersebut menggunakan disel. Dengan dana komitmen dalam penggunaan EBT, maka PJB membangun pembangkit hybrid, salah satunya di Bawean tersebut.

"PJB telah membangun PLTS 400 kWp + Bess 1300 kWh sebagai dukungan untuk Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) 3x1 MW Bawean yang rencananya akan mulai beroperasi di November 2021 besok," kata Iwan dalam webinar “Pengembangan Energi Baru Terbarukan PJB Di Indonesia”, Selasa (12/10/2021).

Selain itu, saat ini PJB juga telah merencanakan pengembangan PLTS Apung 2MWp + Bess 400 kWh di tepi pantai dekat PLTD. Karena kunci PLTS itu adalah perlu lahan luas. 

"Di pulau Jawa karena keterbatasan lahan, maka PLTS akan dibuat terapung atau di atap," ujarnya.

PJB kembangkan PLTS di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto:Istimewa
PJB kembangkan PLTS di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto:Istimewa

Menurut Iwan, untuk pengembangan PLTS di Pulau Jawa mayoritas masih terkendala dengan keterbatasan lahan. Untuk membangun PLTS berkapasitas 2 MWp saja membutuhkan lahan seluas 1 hektar. Jika kapasitas PLTS ditambah maka luasan lahan juga harus ditambah.

Menyikapi keterbatasan lahan di Pulau Jawa untuk penambahan PLTS,  solusinya bisa  memanfaatkan bendungan milik PLN dimana pengelolaan airnya oleh Perum Jasa Tirta. Seperti di Jawa Timur sendiri, untuk penambahan PLTS dengan memanfaatkan bendungan akan dilakukan PJB bersama Jasa Tirta Energi (anak perusahaan Jasa Tirta) yakni di Bendungan Sutami Malang dan Bendungan Lodoyo Blitar.

“Ini sudah masuk dalam RUPTL dan model kerjasamanya adalah PJB, Jasa Tirta Energi sharing modal. Untuk investornya sangat banyak ada yang melalui pemerintahan seperti dari Inggris, ada Aqua, bahkan banyak investor dari Timur Tengah naksir dengan danau-danau di Pulau Jawa yang memiliki potensi untuk pemanfaatan PLTS. Terlebih yang sudah ada PLTA-nya,”ungkap Iwan.

Di luar Pulau Jawa, imbuh Iwan, ada potensi bekas tambang seperti tambang batu bara yang sudah habis batu baranya.

Direktur SDM PJB), Karyawan Aji mengatakan, pengembangan PLTS di Pulau Bawean itu juga untuk mendukung pencapaian target nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025. Dia menegaskan, penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindarkan. Apalagi setelah adanya perjanjian internasional untuk mengurangi emisi karbon di Tanah Air.

"Ditargetkan pada 2025 mendatang pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia bisa mencapai 23 persen, dan potensi EBT di Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi dunia internasional, karena cukup besar," kata Aji.

Dia menjelaskan, secara umum program pengembangan EBT yang dilakukan PJB ada beberapa skema, masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS untuk Pemakaian Sendiri (PS), hingga elektrifikasi dengan EBT.

"PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya, dan baterai," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, pakar Bioenergy Engineering dan Agricultural Engineering dari Universitas Brawijaya, Bambang Susilo berpendapat bahwa Pakar Bioenergy Engineering/Agricultural Engineering, Universitas Brawijaya, Bambang Susilo,  menegaskan, potensi EBT Indonesia memang luar biasa, karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Diantaranya adalah aliran air, tanaga surya atau matahari, biomassa, bahan bakar nabati, biogas, suhu kedalaman laut, angin, ombak laut, dan panas bumi (geothermal).

"Indonesia akan menjadi negara imut-imut dan dibutuhkan karena potensinya besar. Seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan. Hampir 70%, energi di negara kita didominasi oleh energi surya atau matahari. Negara kita hanya dua musim saja, kemarau dan hujan, sementara negara lain seperti di Eropa punya 4 musim dimana energi surya hanya bertahan 2 atau 3 bulan saja, padahal penggunaan energinya jauh lebih besar,” tukas Bambang.

Bambang menambahkan, secara umum energi baru adalah energi yang dihasilkan oleh teknologi baru, dan energi terbarukan adalah energi yang dalam waktu pendek bisa diperbarui. Kemudian dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu, EBT yang selalu berkelanjutan tersebut bisa dikelola dengan baik. Perlu didorong terus pengembangan EBT, sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya dan dijaga ketahanan alamnya," pungkas Bambang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN