Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan secara virtual pada acara TOP GRC Awards 2021 di Jakarta, Kamis (7/10).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan secara virtual pada acara TOP GRC Awards 2021 di Jakarta, Kamis (7/10).

Optimalkan Anggaran PC-PEN 2021, Pemerintah Tingkatkan Cakupan Program Bantuan Sosial

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan menambah cakupan beberapa program bantuan sosial (bansos) khususnya untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Dari pagu Rp 744,77 triliun anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) hingga 22 Oktober 2021 telah terserap Rp 433,91 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam penanganan Covid setiap negara melaksanakan kebijakan secara berbeda dan disesuaikan dengan karakteristik dan ketersediaan sumber daya yang ada. Indonesia melakukan pendekatan sendiri mengambil risiko-risiko yang ada, namun dilakukan dengan mitigasi terukur.

“Di bawah arahan, kendali, dan kemudi Presiden Jokowi kombinasi rem dan gas dilakukan secara optimal untuk keseimbangan kehidupan dan penghidupan. Kami terus belajar dari negara lain, mendengar, mengambil tindakan, serta melakukan penyesuaian berdasarkan dinamika yang terjadi,” ucap Airlangga dalam Konferensi Pers tentang Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021 pada Selasa (26/10/2021).

Airlangga mengatakan, pemerintah akan memperluas penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Awalnya program tersebut hanya diberlakukan untuk mereka yang terkena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4. Target penerima BSU adalah 8.783.350 tenaga kerja dengan alokasi Rp 8,7 triliun. Dalam pelaksanaannya terdapat sisa dana BSU sebesar Rp 1,7 triliun.

“Sehingga penerima BSU diperluas sesuai dengan usulan dapat dilaksanakan, tidak ada perubahan dari kriteria penerima. Tentu dengan sisa anggaran ini akan ada perluasan 1,6 juta pekerja dengan anggaran Rp 1,6 triliun,” ucap Airlangga.

Program kedua yang akan diperluas adalah kartu sembako, dimana pemerintah akan melakukan top up kartu sembako. Kebijakan ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem. Pemerintah melalui Kementerian Sosial akan memberikan top up kartu sembako sebesar Rp 300.00 dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Untuk November Desember ini dilakukan 3 bulan masing-masing Rp 300.000, diprioritaskan pada 35 kabupaten/kota yang masuk dalam penanganan kemiskinan ekstrem,” kata Airlangga.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan memberikan bansos tambahan sebesar Rp 300 ribu untuk penerima yang paling miskin. Pemerintah akan menggunakan sumber data dari kartu sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Diberikan selama akhir tahun dan kami pastikan bisa membantu masyarakat yang paling miskin dan untuk memastikan yang menerima ini bisa kita kurangi exclusion errornya maka dana desa yang bisa diberikan,” ucap Suahasil.

Dia juga mengatakan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa akan diberikan kepada masyarakat yang memang merupakan penerima BLT Dana Desa untuk memastikan yang belum menerima program pusat bisa menerima bantuan juga.

“Dana Desa akan tetap disalurkan dan kita maksudkan untuk menangani kemiskinan ekstrem khususnya di 35 kabupaten prioritas,” pungkas Suahasil.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN