Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan melakukan peletakan batu pertama untuk perluasan pabrik

Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan melakukan peletakan batu pertama untuk perluasan pabrik

Pangsa Pasar Besar, Perusahaan Asal Pakistan Ini Ekspansi Pabrik Senilai US$ 5 Juta

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:05 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan asal Pakistan, PT Indo Sultan Jaya, melakukan ekspansi dengan memperluas kapasitas pabrik bahan baku sabun yang berlokasi di kawasan industri Jababeka, dari semula 150 ton per hari atau 48 ribu ton per tahun, menjadi 300 ton per hari. Untuk itu, perusahaan mengucurkan dana sebesar US$ 5 juta.

“Perusahaan kami terus bertumbuh sejak investasi perdana dengan membangun pabrik pada tahun 2017. Ini karena tanah Indonesia berkah sekali, negara yang mau invesrasi di Indonesia juga berkah. Bahan baku melimpah ditambah pemerintah Indonesia juga memberikan kemudahan dan dukungan untuk kegiatan investasi,” kata Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan pada saat groundbreaking perluasan pabrik PT Indo Sultan Jaya di Jababeka pada Selasa (19/10). Hadir pada acara tersebut Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan, Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Askolani serta Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono.

Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan tengah menjelaskan produk yang dihasilkan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan, dan Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono
Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan tengah menjelaskan produk yang dihasilkan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan, dan Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono

Untuk itu, perusahaanya telah memiliki sejumlah rencana lainnya ke depan yakni pada 2025 akan membangun refinery dan menjadi perusahaan sabun paling besar di Indonesia, dan pada 2030 akan ekspansi plantation di Kalimantan untuk menjaga pasokan bahan baku CPO.

Lebih lanjut, Plant Manager PT Indo Sultan Jaya Hadi Sudibyo mengatakan pabrik dibangun tahap pertama pada 2017 dengan investasi sebesar US$ 15 juta, dan beroperasi pada 2018. Karena permintaan terus meningkat, perusahaan memutuskan untuk ekspansi pada tahun ini untuk menambah kapasitas dengan investasi US$ 5 juta dan ditargetkan pada 2022 dapat rampung. Dengan keberadaan pabrik baru ini, diharapkan mampu mendongkrak penjualan hingga tiga kali lipat pada tahun 2023 dari saat ini.

“Alasan ekspansi karena demand masih sangat tinggi. Indonesia saat ini bisa dikatakan sebagai supplier sabun terbesar karena raw material yakni CPO kita ada dengan jumlah melimpah. Tanpa mencari customer baru saja, demand dari existing buyer saja bisa dikatakan belum bisa kita penuhi 100%. Jadi kita confident untuk ekspansi lebih lanjut untuk memenuh kebutuhan pasar,” katanya.

Produk sabun yang diproduksi oleh PT Indo Sultan Jaya
Produk sabun yang diproduksi oleh PT Indo Sultan Jaya

Pihaknya juga optimistis ke depannya, mengingat adanya komitmen pemerintah seperti yang pernah disampaikan Presiden Jokowi yang ingin menyetop ekspor CPO secara row material. Artinya, CPO harus diolah dahulu di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.

“Ini juga yang memberikan kepercayaan diri kami bahwa ini didukung oleh pemerintah  Kita bisa memproduksi sesuatu yang bersal dari CPO tapi memberikan nilai tambah pada ekspor dengan harga yang lebih tinggi,” paparnya.

Saat ini produk yang dihasilkan Indo Sultan Jaya 90% ditujukan untuk pasar eskpor dan sisanya 10% untuk pasar domestik. Tujuan ekspor negara Afrika, Asia, dan Timur Tengah, Amerika Latin, Eropa. Produk yang diekspor berupa produk jadi sabun dan setengah jadi.

Untuk pasar domestik dalam bentuk produk jadi bekerja sama dengan Orang Tua Grup untuk distribusi. “Untuk masuk ke lokal kita perlu jaringan distribusi yang kuat . Saat ini kita belum sampai ke tahap sana sehingga kita gandeng Orang Tua karena mereka punya jaringan distriubsi yang sudah sampai ke seluruh Indonesia,” jelasnya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN