Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu rig di Lapangan Minyak Duri, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. (Foto: BeritaSatu/Primus Dorimulu)

Salah satu rig di Lapangan Minyak Duri, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. (Foto: BeritaSatu/Primus Dorimulu)

Para "Prawira" Energik dari Blok Rokan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:46 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

PEKANBARU, investor.id - “Semangat, maju, dan pantang mundur,” demikian sepenggal yel-yel para pekerja di sebuah rig Pertamina Hulu Rokan di Lapangan Duri, Riau, Senin (8/8/2022). Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Matahari tepat di atas ubun-ubun, sedang cuaca cerah-ceria. Sejenak, para pekerja berhenti untuk menyambut tamu dari Jakarta, para pemimpin redaksi media arus utama yang datang untuk melihat lokasi pengeboran minyak oleh Pertamina Hulu Rokan, setahun setelah lapangan minyak yang pernah menghasilkan satu juta barel per hari (bph) itu beralih pengelolaan dari Chevron, sebuah perusahaan multinasional.

Pipa-pipa panjang tampak siap ditancapkan. Kedalaman sumur diperkirakan sekitar 3.000 kaki. Setelah selesai ditancapkan, langkah pertama adalah menyedot air ke luar agar minyak yang jauh berada di perut mudah diambil. Minyak yang terjebak di rongga-rongga batu disedot dengan cara menekan bebatuan. “Kami menggunakan teknologi untuk memberikan tekanan tinggi pada bebatuan agar minyak biasa dikeluarkan,” kata Dirut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee Arizon Suardin kepada para pemimpin redaksi nasional di Rumbai, Kompleks PHR Wilayah Kerja Rokan, Pekanbaru, Selasa (9/8/2022).

Dirut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee Arizon Suardin.
Dirut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee Arizon Suardin.

Mereka, para pekerja energik di lapangan pengeboran minyak disapa “prawira” oleh Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati dan Dirut PT PHR Jaffee Arizon Suardin. Mereka disapa “prawira” karena semangat mereka yang membara. Sapaan itu juga dimaksudkan agar mereka yang berada di garda terdepan dalam produksi minyak semakin gagah-berani dalam menjalankan tugas. Setiap hari, mereka berada di lapangan pengeboran yang becek untuk mendapatkan minyak bumi demi mengurangi impor.

Ada motivasi kuat yang membuat mereka bersemangat pantang-mundur. Setelah kepemilikan dan manajemen tidak lagi di tangan perusahaan asing, mereka bertekad membuktikan bahwa “Indonesia juga bisa”. Sekitar 2.800 karyawan eks PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) tetap dipekerjakan. Dari jumlah itu, 70% adalah warga Provinsi Riau. PHR juga didukung 22.000 mitra kerja dan 85% dari jumlah itu adalah warga lokal Riau.

Setiap pengeboran, kandungan minyak bumi hanya sekitar 2%. Selebihnya, 98%, adalah air. Untuk memproduksi minyak mentah 161.000 barel per hari (bph), air yang disedot dari perut bumi mencapai 8 juta barel. PHR bisa saja mengembangkan bisnis air bersih. Tapi, selain bukan bisnis inti, persepsi publik belum terbentuk. “Mana mungkin perusahaan minyak memproduksi air bersih,” kata Buyung, nama sapaan Jaffee Arizon Suardin.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Bersama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati, Dirut PT Pertamina Hulu Energi (Subholding Upstream Pertamina) Budiman Parhusip, dan Dirut PT PHR Jaffee Arizon Suardin, para pemimpin redaksi, Senin (8/8/2022), melihat langsung perkembangan Blok Rokan setahun terakhir di bawah pengelolaan PT PHR, anak perusahaan PT Pertamina Hulu. Sebelumnya, selama 97 tahun, Blok Rokan dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CP), anak perusahaan Chevron di Indonesia.

Sejak 9 Agustus 2021, Blok Rokan resmi dikelola oleh PHR dengan menerapkan skema production sharing contract (PSC) gross split. Kepala SKK Migas mengatakan, PHR dan seluruh operator minyak diberikan kebebasan untuk menggunakan skema gross split atau cost recovery. PHR melanjutkan pengelolaan Blok Rokan dengan mengaktifkan kembali sumur peninggalan Chevron yang sudah uzur dan gencar melakukan pengeboran sumur baru. Cadangan minyak bumi yang sudah dikuras perusahaan multinasional ini mencapai 11,69 miliar barel lewat 11.000 sumur.

Ditopang Lapangan Minas, Lapangan Duri, dan sejumlah lapangan minyak, Blok Rokan pernah memproduksi minyak satu juta barel per hari (bph) pada era 1970-an. Dengan luas wilayah kerja 6.200 km persegi, meliputi tujuh Kabupaten di Provinsi Riau, Blok Rokan diharapkan masih memiliki cadangan minyak bumi 1,5-2 miliar barel. BPH terus melakukan eksplorasi untuk memastikan posisi cadangan minyak. “Diharapkan, PHR mampu menghasilkan minyak bumi lebih banyak lagi,” kata Dwi Soetjipto saat meninjau war room, PHR.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Saat ini, produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Cepu, 170.000 bph. Sedang produksi minyak PHR 161.000 bph. “Mudah-mudahan, produksi minyak Rokan tembus 170.000 tahun ini," ucap Dwi, yang pernah dua tahun memimpin PT Pertamina.

Sehari Lebih dari Satu Sumur

Sekitar tujuh tahun sebelum dikembalikan ke pemerintah Indonesia, kegiatan produksi minyak di Blok Rokan boleh dibilang slow down. Pihak Chevron hanya mengandalkan sumur tua. Tidak ada kegiatan drilling atau pengeboran yang berarti. Itu sebabnya, pada saat pengalihan pengelolaan Blok Rokan, 9 Agustus 2021, produksi minyak hanya 148.000 bph.

Sejak pengambilalihan, demikian Buyung, BPH gencar melakukan dua hal, yakni mengoptimalkan produksi minyak dari sumur tua dan mengebor sumur baru. Seperti mobil tua, sumur tua masih menghasilkan minyak, tetapi terus declining atau mengalami penurunan. Jika hanya mengandalkan sumur tua tanpa ada solusi untuk meningkatkan produksi, produksi minyak Blok Rokan akan habis dalam beberapa tahun ke depan.

“Jika tidak ada perbaikan sumur tua dan pengeboran sumur baru, produksi minyak sudah jauh menurun,” jelas Buyung. Karena itu, demi memenuhi kebutuhan energi di dalam energi, PHR menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan produksi sumur tua dan mengebor sumur baru. Teknologi lama yang sudah banyak digunakan adalah enhanced oil recovery (EOR), yakni metode perolehan minyak dengan cara menambahkan energi berupa material atau fluida khusus yang tidak terdapat dalam reservoir minyak.

Dari kiri, Dirut PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee Arizon Suardin, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di War Room Pertamina Hulu Rokan, Pekanbaru, Riau, Senin, 8 Agustus 2022.
Dari kiri, Dirut PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee Arizon Suardin, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di War Room Pertamina Hulu Rokan, Pekanbaru, Riau, Senin, 8 Agustus 2022.

Selama satu tahun pertama masa pengalihan, PHR mengebor 370 sumur baru, meningkat dari 105 sumur setahun sebelumnya. Dalam sehari, lebih dari satu sumur baru yang dibor. Hal itu bisa dilakukan berkat pengoperasian 21 rig, yakni peralatan untuk pengeboran. “Di akhir tahun 2022, jumlah rig akan mencapai 27 dan dengan tambahan rig sumur baru yang dibor akan lebih banyak lagi,” ungkap Buyung.

Selain itu, PHR mengeksekusi sekitar 15.000 kegiatan Work Over (WO) dan Well Intervention Well Services (WIWS) yang menyerap 60% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Penggunaan 32 rig WO dan WIWS berkontribusi dalam menghasilkan minyak 161.000 bph.

"PHR mampu melewati proses transisi, mencakup cultural engagement yang meliputi penyesuaian proses bisnis, budaya kerja, dan sistem manajemen keselamatan, serta sharing best practice dengan entitas Pertamina lainnya sehingga operasional Blok Rokan berjalan lancar," puji Nicke.

Wilayah kerja (WK) PHR saat adalah yang terluas di Asia Tenggara dan memiliki kompleksitas tinggi. Pengelolaan Blok Rokan oleh PHR dinilai menjadi model alih kelola terbaik di kawasan. Luas WK Rokan mencapai 6.220,29 km2 dengan 10 lapangan utama yakni Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam south, Kota Batak, Petani, Lematang, Petapahan dan Pager. Pada 1 Januari 2020, cadangan minyak Rokan sekitar 350,73 MMSCFD (juta kaki kubik) dan gas bumi 9.071 BSCF (miliar kaki kubik).

Kontribusi Rokan

Dalam tujuh bulan terakhir, Januari-Juli 2022, produksi sumur baru meningkat dari 13.000 bph menjadi 22.600 bph, naik 73,8%, suatu peningkatan yang signifikan. Pada periode yang sama, produksi sumur tua yang diperbaiki meningkat dari sekitar 2.000 bph menjadi 18.900 bph. Sedang produksi sumur tua yang belum diperbaiki menurun dari 140.800 bph menjadi 109.000 bph. Seluruh produk PHR diolah di kilang BBM milik Pertamina untuk digunakan di dalam negeri.

“Data ini jelas menunjukkan betapa besar peran pengoboran dan perbaikan sumur tua,” kata Buyung. Produksi minyak Rokan naik dari 157.100 bph Januari menjadi 161.000 bph, Juli 2022. Peningkatan akan terus terjadi agar bisa mencapai target 177.000 bph di akhir Desember 2022, melebihi produksi Cepu.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mengajukan draf rencana pengembangan (plan of development/ POD) dari proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Tahap 1 di Lapangan Minas Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin menyerahkan dokumen tersebut kepada Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kunjungan kerja di Kompleks PHR di Rumbai, Pekanbaru, pada Senin (8/8/2022).
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mengajukan draf rencana pengembangan (plan of development/ POD) dari proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Tahap 1 di Lapangan Minas Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin menyerahkan dokumen tersebut kepada Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kunjungan kerja di Kompleks PHR di Rumbai, Pekanbaru, pada Senin (8/8/2022).

Produksi minyak Blok Rokan mendapatkan perhatian utama Pertamina, SKK Migas, dan pemerintah. Karena saat ini, 30% produksi minyak subholdinhg hulu Pertamina dikontribusi oleh Rokan dan 26% produksi minyak nasional berasal dari Rokan.

Dalam setahun beroperasi, PHR sudah mengontribusi Rp 30 triliun kepada negara berupa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak. Ada sekitar 21.000 penerimaan manfaat yang diberikan PHR lewat dana tanggung jawab sosial dan lingkungan. Lebih dari 60% barang yang digunakan dalam kegiatan operasional PHR adalah TKDN. Jika jumlah rig bertambah, TKDN juga akan lebih besar lagi.

PHR segera merealisasikan participating interest kepada badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Riau. Proses pembelian saham PHR oleh Pemprov Riau kini dalam proses penyelesaian. Yang pasti, participating interest akan meningkatkan pendapat daerah. Hak participating interest sebesar 10% tertuang dalam Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016.

Digitalisasi

Tidak mudah mempertahankan produksi minyak, apalagi meningkatkannya, di lapangan minyak yang sudah dieksploitasi selama hampir satu abad oleh perusahaan multinasional. Namun, berkat semangat dan penerapan teknologi digital, PHR mampu mendongkrak produksi minyak dan melacak cadangan terbukti yang bisa dieksploitasi.

Dengan menerapkan digitalisasi di berbagai aspek dan level, PHR melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dari perut bumi. Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan keuangan. Untuk melacak cadangan minyak dan melakukan eksplotasi, PHR menerapkan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Sedang untuk mamantau semua kegiatan eksplorasi dan eksploitasi secara real time, PHR mengoperasikan fasilitas Digital & Innovation Center (DIC).

Salah satu rig di Lapangan Minyak Duri, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. Dalam setahun beroperasi, PHR membangun 21 rig dan pada akhir 2022 akan mencapai 27 rig.
Salah satu rig di Lapangan Minyak Duri, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. Dalam setahun beroperasi, PHR membangun 21 rig dan pada akhir 2022 akan mencapai 27 rig.

Senin (8/8/2022), para pemimpin redaksi berkesempatan meninjau DIC di Kompleks PHR di Rumbai, Riau. Pada kesempatan yang sama, Dirut PHR mengajukan secara resmi draf rencana pengembangan proyek CEOR Tahap 1 di Lapangan Minas, WK Rokan, Riau, kepada Kepala SKK Migas. ”Pengembangan CEOR merupakan bagian dari komitmen kerja pasti PHR,” ungkap Buyung.

Dwi Soetjipto mengakui, pengembangan CEOR di Minas merupakan salah satu upaya optimalisasi produksi WK Rokan yang masih memiliki potensi besar. Untuk mendukung proyek ini, SKK Migas akan cepat melakukan review dan memberikan persetujuan dokumen POD CEOR. “Kami akan selesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin,” ujarnya.

Komitmen PHR, kata Dwi, sangat penting. Karena saat ini, PHR adalah salah satu penopang utama rencana jangka panjang untuk mendukung upaya pencapaian target produksi minyak nasional 1 juta bpd dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari tahun 2030. Hingga Juni 2022, produksi minyak mentah Indonesia 616.600 bpd atau 88% dari target APBN.

Menjaga Lingkungan

Saat ini, sekitar 93% kegiatan Pertamina masih di energi fosil. Dengan memproduksi minyak mentah 161.000 bph, demikian Nicke, emisi karbon yang sudah dihasilkan PHR tentu cukup besar. Untuk mengurangi emisi karbon, Pertamina sedang melakukan tiga hal, yakni energy mixed, energy efficiency, dan nature based solution.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Pertamina berhasil menurunkan emisi karbon 6,8 juta ton ekuivalen CO2. “Ini yang menurunkan tingkat risiko Pertamina dan membawa Pertamina ke peringkat 15 dunia di antara perusahaan migas,” kata Dirut Pertamina.

Pertamina awal tahun 2022 meraih peringkat ke-15 dari 252 perusahaan yang bergerak di industri migas. Pertamina berada di kluster yang sama dengan perusahaan kelas dunia seperti Repsol, ENI, PTT Thailand, dan Total Energies. Peringkat Pertamina lebih baik dibanding BP, Exxon, dan Chevron.

“Untuk nature based solution, kita harus menyisihkan sebagian dana untuk menanam pohon,” kata Nicke. Setiap jengkal tanah harus kita tanami pohon yang tinggi dalam penyerapan emisi karbon. Dan ketika ada carbon trading, tanaman dengan kemampuan penyerapan tinggi emisi karbon akan menghasilkan uang.

Pengelolaan Blok Rokan oleh PHR adalah contoh pengambilalihan yang cukup sukses dan membanggakan. Selamat kepada para perwira energi di Blok Rokan. Proficiat kepada manajemen PT PHR dan PT Pertamina.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com