Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
World Capital Tower dari jauh (IST)

World Capital Tower dari jauh (IST)

Pasar Perkantoran CBD Jakarta Turun

Senin, 20 April 2020 | 19:00 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan Properti Cushman&Wakefiled menilai, selama kuartal I-2020, pasar perkantoran di kawasan central business district (CBD) Jakarta mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Cushman mencatat, di kawasan CBD Jakarta, sampai dengan kuartal I-2020, hanya ada satu proyek perkantoran baru yang masuk ke pasar, yaitu World Capital Tower seluas 75.000 meter persegi.

“Hanya ada satu gedung perkantoran yang memasuki pasar kantor CBD selama kuartal I-2020,” ungkap Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Arief Rahardjo, dalam siaran pers, Senin (20/4).

Menurut dia, sampai dengan akhir tahun 2020, bakal ada pasokan tambahan ruang perkantoran baru di kawasan CBD Jakarta dengan total 320.000 meter persegi. Tetapi, penambahan pasokan tersebut terancam tertunda akibat masih masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta dan sekitarnya.

“Sekarang ini, penundaan kemungkinan akan terjadi pada beberapa proyek yang sedang dalam konstruksi karena krisis Covid-19 yang sedang berlangsung, terutama yang masih dalam tahap awal maupun pengembangan,” tutur Arief.

Sementara itu, untuk permintaan ruang perkantoran sendiri, sejak bulan Februari 2020 juga mengalami penurunan. Hal ini berbeda dengan tahun lalu yang ada peningkatan cukup signifikan.

“Meskipun terdapat bukti peningkatan permintaan pada tahun lalu, tetapi sejak akhir Februari 2020, kegiatan penyewaan kantor telah melemah secara signifikan karena wabah pandemi Covid-19,” kata dia.

Tunda Transaksi

Saat ini, banyak terjadi penundaan transaksi. Beberapa penyewa telah membatalkan kesepakatan yang sedang berlangsung karena kondisi yang memburuk sebagai akibat operasi kantor yang berkurang dan terjadi pembatasan perjalanan di Jakarta.

Banyak perusahaan telah menangguhkan rencana relokasi maupun ekspansi dan masih melakukan wait and see sambil melihat kondisi dan situasi yang cukup aman dan mendukung.

“Kami mencatat bahwa memang masih ada transaksi seluas 12.600 meter persegi selama kuartal pertama. Namun, sebagian besar dilakukan pada Januari hingga pertengahan Februari. Itu pun masih dianggap transaksi terendah triwulanan dalam empat tahun terakhir,” jelas Arief.

Secara keseluruhan, hunian perkantoran di kawasan CBD Jakarta sampai akhir Maret 2020 mengalami penurunan sampai 74,6%. Sebagian besar gedung mengalami tingkat kekosongan yang cukup tinggi.

Menurut dia, harga sewanya masih relatif stabil dalam tiga bulan terakhir karena menerapkan dengan mata uang rupiah. Tahun in, rata-rata harga sewa ruang perkantoran Rp 299 ribu per meter persegi setiap bulan.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN